Tadi malam, sepulang kerja, melepas lelah sambil lihat-lihat acara TV. Eh, ada berita si om Roy Marten ketangkep lagi gara-gara mengkonsumsi psikotropika jenis shabu-shabu (Narkoba). O ow… kamu ketahuan, pake shabu lagi… halah.

Duh, ini si om Roy gak tobat tobat. Yang bikin miris ituh si om ketangkep di sebuah pesta shabu setelah berkampanye anti narkoba di Surabaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). Walah walah… ituh kampanye anti narkoba apa kampanye promosi narkoba yah?

Memang manusia tidak ada yang sempurna, termasuk saya (bukan maksudnya saya nyabu juga loh). Kasus om Roy ini bisa jadi pelajaran mengenai perilaku manusia dan bahaya narkoba juga tentang hukum yang tidak belum bisa membuat jera.

Saya membayangkan bila hukum mengenai narkoba di Indonesia ini sama dengan di Malaysia. Gak tanggung-tanggung, langsung hukuman mati. Memberi contoh agar pelaku (pembuat, pengedar, pemakai) jera demi melindungi generasi masa depan bangsa. Ah, tapi kalau hukum seperti itu diterapkan di Indonesia pasti bakal banyak yang mendemo. Melanggar hak azasi lah… tidak sesuai dengan semangat demokrasi atau reformasi lah… macem-macem deh pokoknya. Jadi, kumaha atuh??

Related Articles