Pada umumnya pabrik garment tidak menerima pria/laki-laki untuk bekerja sebagai operator jahit. Loh kenapa?
Bukankah tukang-tukang jahit yang kita kenal (tailor-tailor pada umumnya) bahkan sampai perancang busana itu banyaknya laki-laki?
Ah, ternyata bukan dari sisi skill atau keahlian. Sudah bukan rahasia umum lagi, banyak perusahaan/pabrik garment yang menilai mempekerjakan laki-laki itu jauh lebih ‘bermasalah’ dibanding bila mereka memperkerjakan wanita. Lah apa nih masalahnya?
Mempekerjakan laki-laki lebih beresiko terutama dalam pengendalian sikap bila ada permasalahan di lapangan. Emosi dan ego, mereka cenderung lebih berani melawan atau bereaksi bila ada sesuatu yang mengusik dibanding wanita yang lebih tenang dan cenderung lebih pasif (setidaknya untuk kultur disini).
Ah, dasar laki-laki…. Seorang sahabat pernah berkata kalau cowok itu mulai dari dalam perut saja sudah rese. Wakakakakaka, duh neng dirimu akan menjadi ibu yang baik dan sabar, sepertinya :hehehe:
But anyway, berbicara kesetaraan (halah), kita coba buka lowongan operator jahit untuk pria. Dari test yang diadakan, persentase peserta laki-laki relatif lebih banyak yang diterima dibandingkan wanita :D … Tinggal masalah populasi laki-laki yang bisa jadi operator jahit ini yang masih jauh berada dibawah jumlah wanita…. hwe hwe hwe :grin:
Ok deh, kita lihat kelanjutannya apakah sukses atau tidak membuka 1 line dari 5 line produksi berisikan cowok-cowok macho nan gemulai… halah halah :peace:

Jan 05, 2008 @ 07:25:37
gitu po mas? **mikir** :ccbingung:
-tikabanget-’s last blog post..Top Ten Barang Aneh Terlaris di e-bay ituh..
Jan 08, 2008 @ 23:07:17
:ccsmoking:
jadi lowongannya gimana nich mas sakti? dah ada belum, hehehe :D
febra .’s last blog post..mac.web.id
Jan 05, 2008 @ 10:10:04
halah… mau test drive jadi opertor jahit di pabrik? :D
Jan 09, 2008 @ 15:09:58
hehehe sudah dari tahun kemaren (desember maksudnya)… ayo ayo mau daftar jadi tukang jahit? kekekeke