Kemarin sore sempat chatting dengan seorang teman.
Teman: met sore
S a k t i: halo
S a k t i: kumaha kabarna?
Teman: Alhamdulillah
Teman: baik
Teman: tebak saya ada dimana skr?
Teman: :D
S a k t i: semarang? Halah…
S a k t i: :))
S a k t i: dimana??
S a k t i: teu apal ah
Teman: Di Twin Tower
Teman: KL
Teman: Urang dipindahkeun sementara di Malaysia
S a k t i: gaya teu aa yeuh!!
S a k t i: hehehehehe
S a k t i: ya bagus atuh
S a k t i: asal jangan jadi laskar tea lah
S a k t i: :D
Teman: Alhamdulillah
Teman: Hahaha
S a k t i: tugas na naon?
Teman: ngaliput pemilu
S a k t i: oouuwww
S a k t i: nepi iraha di KL?
S a k t i: betah teu?
Teman: Sorangan euy didieu
Teman: betah mun aya awewe
Teman: hihihii
Teman: merasa sepi dikeramaian
Teman: :P
S a k t i: hahahaha
S a k t i: dasar
S a k t i: rea peraturan nyak di ditu?
S a k t i: katanya kalo udah lewat jam 00.00 gak boleh ngumpul lebih dari 3 orang?
S a k t i: baca berita di detik sayah
Teman: Teu ah
Teman: di KL bebas
Teman: rea awewe nu make rok super mini
Teman: nu make kerudung ge rea
Teman: urang manggihan awewe cantik marabok
Teman: make baju seksi
Teman: mun kurang iman, bahaya
Teman: eta di atas jam 12 peuting tah kajadianna
S a k t i: cek ini
S a k t i: berarti teu bener atuh berita teh?
Teman: eta di komplek perumahan merureun
Teman: di apartemen urang mah bebas
Teman: aya tempat dugem nepi subuh malah
Teman: eta bencong, bayur, dll
Teman: kompleit
S a k t i: wah gak ngerti deh… tapi kalo baca sih jadi punya kesan semua/global seperti itu disana
Teman: :))
Teman: Yang pasti di pusat kota KL, bebas
Teman: Jalan Ampang, P Ramlee
Teman: P Ramlee–> siga jalan Braga di bandung
Teman: tempat mabok orang malaysia
S a k t i: =))
S a k t i: wakakakaka
Teman: apartemen urang di jalan ramlee
Teman: jadi urang apal
Teman: unggal peuting manggihan nu karitu patut
Teman: :D
S a k t i: :))
S a k t i: betah atuh?
S a k t i: :))
Teman: Tah eta
S a k t i: =))
Teman: hoream euy nu karitu teh
Teman: mending mencari isteri yg bisa menyenngkan hati, solehah
S a k t i: bagus lah… konsen gawe we…
Teman: bener
S a k t i: satubuuhhhh!!
S a k t i: eh satujuuuu!!!
Teman: ci…
Teman: urang magriban heula nya
Teman: see u
S a k t i: ok atuh
Teman: sip
Teman: soalna mushola aya di lantai 13
Teman: urang ayeuna di lantai 60 :D
S a k t i: :))
Berikut berita dari detik:
Jakarta -
Freedom is dirty! Demikian bunyi tulisan yang tertera di sebuah topi yang dikenakan seorang anak muda di Malaysia. Saat itu si anak muda sedang berada di pesawat yang akan membawanya ke Langkawi, sebuah tempat pariwisata yang tengah gencar dipromosikan di Malaysia.Kebebasan di Malaysia memang seolah menjadi barang yang dibenci. Hampir semua pejabat Malaysia koor mengritik kebebasan pers di Indonesia. Para menteri di Malaysia mulai dari Menteri Pendidikan, Menteri Luar Negeri, Dirjen Tenaga Kerja, Menteri Pembangunan Perempuan, Keluarga dan Masyarakat Malaysia menilai pers Indonesia terlalu provokatif sehingga menimbulkan ketegangan hubungan antara Indonesia dengan Malaysia.
”Pers (Indonesia) provokatif. Kalau Malaysia tidak baik, tidak akan ada yang mau datang ke Malaysia. Buktinya banyak yang datang ke Malaysia,” kata Menteri Pembangunan, Keluarga dan Masyarakat Malaysia Dato Sri Shahrizat Abdul Jalil saat melakukan pertemuan dengan 20 wartawan Indonesia yang diundang untuk berkunjung ke Malaysia.
Wartawan Indonesia ke Malaysia atas undangan Institute of Strategic and International Studies (ISIS). Kunjungan yang dinamai “Malaysia Visitors Programme” berlangsung dari 10-17 Februari. Selama kunjungan itu, wartawan Indonesia dipertemukan dengan sejumlah pejabat penting Malaysia. Namun pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi batal dilakukan.
Semua pejabat Malaysia yang dipertemukan dengan wartawan Indonesia memberikan jawaban yang seragam. Mereka semua membantah terhadap pemberitaan pers Indonesia. Mereka membantah lambat menangani kasus TKI, membantah bersikap tamak atas lepasnya pulau Sipadan Ligitan. Mereka juga kembali menegaskan hubungan dengan Indonesia ibarat hubungan kakak adik, sehingga bila ada masalah tidak perlu dibesar-besarkan.
Pers di Malaysia pun bersikap sama dengan pemerintahnya. Mereka nyaris seperti juru bicara pemerintah saja. Pers Malaysia bahkan sependapat kebebasan bukan hal yang penting. Sejumlah pimpinan media massa di Malaysia menandaskan, mereka lebih mengutamakan tanggung jawab.
Seorang editor dari Malaysia Nanban, harian ternama untuk komunitas India di Malaysia menceritakan, salah satu larangan pemerintah adalah pers tidak boleh memberitakan penyerangan tempat ibadah agama Hindu oleh kelompok muslim di negeri itu. Bila melanggar jutlak maka pimpinan media massa kena tegur bahkan dipanggil langsung oleh pemerintah.
“Kami tidak merasa ini sebuah kekangan. Bagi kami tanggung jawab adalah nomor satu, baru kemudian kebebasan,” kata Perumal G, editor Malaysia Nanban, kepada detikcom saat pertemuan senior editor antara Indonesia dengan Malaysia. Seorang wartawan Indonesia yang bertugas di Malaysia menuturkan, wartawan tidak bisa mewawancarai para pejabat di negeri itu bila tidak ada undangan. ”Kalau di Indonesia, hampir semua kementerian ada press roomnya, di sini tidak ada. Kita tidak bisa ketemu para pejabat Malaysia kalau tidak diundang,” cerita wartawan tersebut.
Karim, salah seorang penduduk Malaysia menceritakan betapa tidak adanya kebebasan di Malaysia. Ia menuturkan, di negeri jiran itu, di atas pukul 00.00 WIB, warga tidak boleh berkumpul lebih dari tiga orang. ”Bila tetap berkumpul langsung ditangkap,” kata Karim yang pada Pemilu Malaysia lalu memilih PAS, partai oposisi.
Untuk menghindari penangkapan, Karim yang bekerja sebagai sopir memilih menghabiskan malam dengan berkumpul keluarga.”Daripada ditangkap, kami lebih baik makan. Ibaratnya, tangan kanan memegang sendok, tangan kiri memegang sudu (supit),” kata Karim berseloroh.
(iy/nrl)
Jendela berita, bagaimanapun sudut pandang tetap terbatas. Naked truth they said? It’s only journalist’s perspective anyway…

Feb 22, 2008 @ 05:22:31
ketombe tak bakal hilang meski ditutup jilbab :-?
Feb 22, 2008 @ 14:17:08
setubuuuh.. eh setujuuu… sebelum aku tinggal di Malay ini.. sempet kepikiran malaysia kota penuh islami.. tapi sejak menginjakkan kaki disini.. beuh.. tiada hari tanpa rok mini deh.. tapi mungkin karena ini KL. jakartanya kali yah.. klo di penang, malaka, selangor.. mungkin lebih beradab :D .. piss ah.. nyari rezeki disini neh.. takut klo salah omong :-S
yanti(latqueire)’s last blog post..Ayat-ayat Cinta the movie
Feb 22, 2008 @ 16:20:07
kebebasa bersuara kok ditiadakan toh om malay… =))
cempluk’s last blog post..Faniez ituh di kota Cempluk?
Feb 22, 2008 @ 19:30:17
haduh..panjang panjang banget boss wakakka :))
btw, klo ngeblog dimalaysia pasti ag nak..lah kalau mau mbajak perdana menterinya kayak yg dilakukan di MWI atau kayak salah satu blogger jogja, bisa dihukum mati nanti, wakakaka :=))
dasar malingsia :))
Febra’s last blog post..Iseng Banget Ituh
Feb 23, 2008 @ 09:22:15
malaysia emang gitu, gak demokratis, Pers dibungkam. Jangan2 kebebasan menulis untuk para blogger ikut-ikutan dikekang lagi?
Hair’s last blog post..Plesetan Sebuah Lagu
Feb 23, 2008 @ 11:53:23
Mas Panca, maaf numpang tanya ni, tlg dong info link pluggin biar yang ngasi komentar keluar bendera, operating system dan juga browswer nya?
yg kedua, gimana caranya mengaktifkan biar yg ngasi komentar gambarnya muncul/gravatar
thanks
Made
devari.org
Feb 23, 2008 @ 19:23:54
@emol: yup, jilbab dulu hatinya lalu beli sampo anti ketobe kekekekeke :D
@yanti: saya pertama ke malay lihat johor dan kl kayaknya sama-sama saja kondisinya sama kota2 di Indonesia. Kedua kali ke malay, jalan2 di kl malah nyasar ke jalan tempat lokalisasi. Heuheuheu.
@cempluk: yup sepertinya ketat masalah bicara disana ituh…
@febra: berani coba gak sob? :))
@hair: yang saya tahu sudah 2 blogger malaysia dipenjara oleh penguasa disana.
@devari: saya pakai plugin firestats sob, ini plugin statistik tapi ada addon untuk itu. http://www.firestats.cc
Opsi lain pakai plugin browser sniff dan ip2nation.
Gravatar ya harus pasang plugin gravatar. Kalau theme yang belum ready gravatar harus ditambah php code di comment.php
Feb 23, 2008 @ 19:43:02
thanks Mas Sakti
devari’s last blog post..Selamat Datang di Devari.org
Feb 23, 2008 @ 22:44:49
tolong dicarikan fotonya PMnya malingsia mas sama fotonya aming..ntar di bajak deh :))
*lirik emol =))
Febra’s last blog post..Iseng Banget Ituh
Feb 24, 2008 @ 14:12:38
weleh2.. tadinya mo ambil sekolah di KL.. wakaka
ga jadi ah.. seyeeemm ga tahan godaan
wakakaka
Eep’s last blog post..Salah Cabut Gigi di Puskesmas Cicalengka