Sebelumnya saya mau bertanya, bila blog ini saya berikan front page atau halaman depan dengan membubuhkan pilihan pembaca berusia 17 tahun keatas silahkan meneruskan dengan mengklik ‘Enter’ lalu bila dibawah 17 silahkan meninggalkan blog ini, secara langsung blog saya ini dikatergorikan sebagai situs porno?

Bagaimana dengan situs amild ini?

Itu bila kita bicara situs yang diberikan peringatan hanya untuk 17 tahun keatas, bagaimana bila kata-kata ‘situs’ kita ganti dengan ‘film’?

Biasanya diawal pemutaran film atau pada cover dvd/vcd sebuah film terdapat keterangan batasan usia penonton. Apa film yang ada keterangan untuk penonton usia 17 tahun keatas itu semua termasuk film porno?

Sebuah kesimpulan dan analisa yang menakjubkan dari seorang menteri.

Anyway, pernahkah kita berpikir bahwa kehebohan berita di media itu sengaja dibuat? Tujuannya adalah sebagai ‘distraction’, agar masyarakat termakan berita yang sedang trend sementara isu-isu lain yang sebenarnya lebih penting tidak begitu diperhatikan. Ya tentu saja dengan adanya strategi seperti ini memang ada maksud-maksud tertentu dibaliknya.

Kehebohan porno-pornoan Roy Suryo dan Pak Menteri, terlepas dari sengaja atau tidak, dapat menjadi sebuah pengalihan perhatian dimana kita akan terfokus mengikuti perkembangan berita tersebut sementara hal-hal yang cukup penting lainnya terabaikan. Seperti halnya mengulas satu per satu UU ITE yang ada tendensi kepada pembatasan hak kebebasan berbicara dan berpendapat. Lalu pasal-pasal yang memungkinkan menjadi alat ‘pemerasan’ aparat. Juga masalah sosial, ekonomi, kebijakan pemerintah dan hal-hal lainnya yang tengah terjadi.

So, silahkan memantau ‘show’ dari Roy Suryo dan Pak Mentri tetapi jangan lupakan masalah-masalah lainnya.

Ini aja sudah 3 tulisan membahas om Uyo terus… Kekekekeke ;))

Related Articles