Superbagong

Disusunlah drama untuk meminta kuasa dari presiden untuk membenahi stabilitas negara yang mengundang kontroversi karena disinyalir apa yang dituliskan atau diperintahkan oleh Soekarno berbeda dengan apa yang ada pada surat yang beredar. Surat tersebut yang kita kenal dengan nama Supersemar.

Terlepas dari itu semua, bukan hanya hisapan jempol belaka, setelah menjadi persiden, Soeharto memeras otaknya untuk memperbaiki negara ini.

Pertama, yaitu dia harus didampingi oleh orang-orang yang benar-benar pintar dan saklek dalam hal membangun negara diluar unsur dan pengaruh kepentingan politik.

Kedua, dia menyadari bahwa sebenarnya tidak ada negara yang bangkit dan maju karena demokrasi. Demokrasi hanya bisa jalan setelah seluruh rakyat sejahtera. Sementara waktu ‘semi tangan besi’ lah yang harus bicara. Negara sedang sakit, dimana rakyat tidak mau makan obat karena pahit maka harus dipaksa minum agar sembuh.

Ketiga, dalam menyembuhkan orang sakit, seorang dokter pun memerlukan ketenangan dalam melakukan pengobatan. Yang mengganggu, melawan, berisik akan ditertibkan dan dibungkan dengan cara yang ‘halus’ yang penuh strategi (tidak menimbulkan gejolak).

Keempat, membuat nama Gatot Subroto sebagai nama jalan di seluruh kota di Indonesia apalagi bila ada markas militer, melihat jasa beliau yang membela dan mempertahankan Soeharto agar tidak keluar dari kesatuan Angkatan Darat. Loohh!?

Sekianlah karangan cerita dari saya. Kalau ada yang percaya sama tulisan saya ini… bener-bener dah… [-X

Bila ternyata seluruh atau sebagian besar cerita ini sama dengan kenyataannya, itu hanya kebetulan belaka tanpa disengaja :D

Kalo ada yang bilang saya membelokan fakta sejarah, berarti situ baca tulisan ini sambil merem dan mengira saya adalah seorang ahli sejarah. Silahkan melototkan mata anda dan pakai kaca mata super kalau perlu, baca tulisan saya sebelum cerita ini dimulai.

Mudah-mudahan cerita diatas cukup menghibur, dalam rangka mengingat-ngingat sejarah yang terjadi pada 11 Maret 1966.

:ccngupil:


 
Share this article!

Pages: 1 2 3

Tag: , , , ,

6 Comments

  1. lalu peran amerika (CIA) dimana Mas Sakti?

    devari’s last blog post..Hey Dear, Happy Birthday!

  2. wah berarti ‘dongeng2′ yg saya denger selama ini bisa menjadi sebuah kebenaran, karena hampir semuanya mempunyai benang merah yang sama.

    awas prend nanti blognya di bredel :))

    devari’s last blog post..Hey Dear, Happy Birthday!

  3. hati-hati loch…., ntar ada bersihar lubis kedua lagi…!!!! :-? :) tp ga papa..,kelanjutan ceritanya udah disiapin kan??

    ady gondronk’s last blog post..Entil,Makanan Tradisional Masyarakat Desa Wongaya Gede

  4. CIA pada waktu itu melakukan manuver-manuver adu domba terhadap kekuasaan politik yang berseberangan dengan tujuan menjatuhkan Soekarno karena dianggap berbahaya mengusung paham komunis kedalam nasionalisme.

    Dari agen-agen yang berada di Indonesia, salah satu kerjaan CIA yaitu melancarkan isu kudeta militer kepada pemerintah Soekarno dan sebaliknya isu penculikan Dewan Jenderal kepada militer. Juga merekayasa dan memutarbalikan pemberitaan untuk merusak reputasi Soekarno sebagai presiden.

    CIA tidak begitu mengenal sosok Soeharto saat itu tetapi memang mereka mencoba mempengaruhi Angkatan Darat agar komunis tidak berkembang di Indonesia dan mereka dapat mendekati/membentuk pemerintah Indonesia yang baru dimana dikemudian hari dapat mendukung kepentingan Amerika di tanah air.

    yah ini dongeng tambahan tentang peran CIA… halah :D

  5. wakakakaka… blog saya ini tidak sehebat majalah tempo sob… lagian itu cerita bener-bener ngarang dari ingatan yang ada di otak saja.

    Lebih ‘tajam’ bahasan yang ada di buku-buku tentang sejarah dan politik kok hehehehe…

    :cccool:

  6. wah emang bisa dipercaya ceritanya yah? heuhuehue… kan cuma ngarang… :D

    Ceritanya sampe disini aja… biar tetep jadi ‘tanda tanya’ kayak cerita Supersemar itu sendiri… halah.. hehehe

Leave a Response