Democrazy: DPR vs Slank
Minggu malam nonton acara Democrazy di MetroTV yang mengangkat tema DPR vs Slank (yang akhirnya diperhalus menjadi ‘kebebasan berekspresi’). Bintang tamunya adalah Oppie, sebagai perwakilan dari seniman/music dan ibu Nuri (kalo gak salah) sebagai wakil dari Badan Kehormatan DPR yang katanya juga pada jaman doeloe beliau ini seniman alias pernah jadi sutradara.
Ada beberapa hal menarik dari perbincangan semalam yang dilontarkaan perwakilan dari DPR.
Ibu Nuri mengatakan bahwa protes atau ketersinggungan terhadap lyric lagi Slank (judul: ‘gosip jalanan’) itu berawal dari keluhan dan pertanyaan keluarga para anggota DPR apa benar ayah/bapak mereka yang bekerja dari siang sampai malam itu mafia UUD?
Mengenai hal ini sih saran saya, silahkan bentuk lembaga penelitian atau survey kepada anggota DPR. Mungkin tidak semua berkelakuan buruk, kalau boleh wartawan/masyarakat umum bisa meliput semua kegiatan anggota DPR saat bekerja, baik diruangan kerja, ruangan sidang atau di lingkungan gedung DPR sendiri kalau perlu saat mereka melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Berani Bu?
Lalu Bu Nuri juga mengatakan juga salah satu bait dalam lyric dalam lagu tersebut:
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …Dianggap sangat ‘jorok’ (porno) dan tidak pantas sebagai karya seni. Sampai dia bingung bagaimana menjelaskannya kepada anak cucu bila menanyakan masalah lirik ini. Seniman itu tidak harus ‘jorok’ katanya.
Entahlah, saya merasa itu tidak jorok, atau adakah pembaca disini yang merasa itu jorok? Lagi pula ini tidak ditujukan kepada anggota DPR, entahlah kalau merasa… tersindir juga…
Dibandingkan menerangkan urusan selangkangan dan lendir itu, saya lebih bingung menerangkan ke anak cucu bila mereka bertanya kenapa kok negara kita masih banyak anak-anak yang putus sekolah, masih banyak yang kelaparan, masih banyak rakyat yang miskin (kekurangan), kenapa kok sembako mahal, kenapa kok biaya pendidikan mahal, kenapa kok jakarta macet terus, kenapa kok pemimpin rakyat malah hidup enak-enakan serba berkecukupan dan tidur dikala rapat sudah begitu selalu dapat gratifikasi, kenapa kok masih ada pejabat yang korupsi kan gajinya sudah tinggi, negara kita mayoritas umat beragama kenapa masih banyak PSK, sex bebas, yang berbau-bau prono di media, masih banyak lokalisasi dan judi, dan kenapa-kenapa yang lainnya (masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya). Gemana saya mau menerangkan? Mikirin besok mau makan apa aja udah pusing… :D
Saya setuju kalo seniman atau lirik lagu itu tidak harus ‘jorok’. Tapi tolong tertibkan dulu itu yang jauh lebih vulgar dibanding tulisan ‘selangkangan’ dan ‘lendir berceceran’. OK Bu? :D
Saat salah satu tim ahli (atau penasihat yah? lupa) dari Democrazy mengemukakan kenapa UUD itu ujung-ujungnya duit, dan menampilkan hasil penelitian/survey yang menerangkan bahwa DPR ini didominasi oleh orang-orang pengusaha dan saudagar. Bu Nuri menjawab, itu adalah kesalahan partai politik dan kesalahan rakyat.
Halah, kok nyalahin rakyat yah? Sebuah pernyataan yang tidak sepatutnya terlontar dari seorang wakil rakyat. Dikala rakyat tidak memilih dikatakan salah atau rakyat tidak perduli dengan negara, disaat rakyat menginginkan perombakan dan perubahan yang baru dikatakan menggulingkan menggoyang kekuasaan dan pemberontak, disaat rakyat berteriak dan mengkritik dikatakan menghina… Halah halah… Saya juga mau bilang, rakyat kita miskin, negara kita miskin, banyak yang kelaparan, banyaknya ketidakadilan, banyaknya korupsi, masih banyaknya judi dan urusan selangkangan, semua adalah kesalahan DPR sebagai wakil rakyat yang tidak becus mewakili rakyat dalam pemerintahan. Setuju Bu?



wah, keknya harus cepat2 punya uang jutaan nich..biar dapat perawan, wakakaak :lol:
Febra’s last blog post..SELALU ADA CARA
post yg briliant Bro, kebayang kalo Nenek2x bau tanah itu baca nie post.Yg ane bayangin ky gini, Noe!!! Para Anggota Dewan yg “Katanye” terhormat itu ngulik2x cara biar dapet anggaran baru biar nambah kantong mereka, alesannya buat sewa 1001 pengacara buat nandingin 1000 pengacara yang mau dukung slank, trus kalo ada sisa nya biar bisa buat bayar lendir2x perawan, wakakakakakakakak.
i piss excellence
kok yg begitu dijadikan narasumber? makin kelihatan aja betapa AKU-nya wakil rakyat itu
iya tuh gua liat acara itu sebel banget sama si Ibu anggota DPR. Angkuhnya bo gak tahan…tipikal anggota dewan kah itu?
Tedy’s last blog post..Surabaya (part 5) – Cari DVD Dapat Buku
untuuuuuuung untuuuuuuuung 1000x untung gua kaga milih alias kaga nyolok, da kata ema oge, jangan nyolok kalau bukan colokeunana,tapi masih untung ada yang peduli sama bangsa ini seperti diantaranya ya yang punya blog ini terima kasih semoga jangan mau jadi DPR.
@ Febra: hehehehe.. masa ngejar cewek ngandelin duit sob? wakakakkaka *kabuuurrrr*
@ lukluk: hehehehe… emang kadang aneh, udah tahu itu udah bukan rahasia lagi dan udah jadi pembicaraan umum di masyarakat, masih aja ngeyel bukannya introspeksi dan bebenah diri… heran… :D
@ devari: gengsi yang manjadi persoalan sob… :)
@ Tedy: hehehe… jarang sekali orang yang sudah memiliki posisi (jabatan atau kekuasaan) dapat tetep merendah dihadapan rakyat…
@ kala ider: bisi salah colok nyak? :D sama-sama sob… bukan saya saja kok, kayaknya sekarang generasi muda harus lebih vokal dalam artian kritis terhadap kondisi negara dan bangsa… jangan lupa, niatnya bukan niat jelek tapi untuk memperbaiki agar indonesia menjadi tempat tinggal yang jauh lebih baik untuk semua…
wah saya setuju dengan anda… mestinya wakil2 rakyat di DPR itu jangan saudagar atau orang kaya, ya ujung2nya bisa ditebak semua kebijakan yang dikeluarkan ada hubungannya dengan uang atau menghasilkan uang… mending diganti aja semuanya dengan guru2 atau pendidik yang jelas2 lebih memiliki kapabilitas dan integritas untuk melakukan tugas rakyat… hidup SLANK!
ghozan’s last blog post..WordPress Plugins
@ Ghozan: “memiliki kapabilitas dan itegritas untuk melakukan tugas rakyat”… setuju, ini yang harus jadi dasar bagi orang-orang yang mewakili (suara) rakyat.