Tadi malam sempat nonton acara TOPIK di SCTV yang mengulas mengenai protes ketersinggungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap lirik lagu Slank yang disebut-sebut ‘menyakitkan’.

Yang membuat saya heran, lagu ini sudah dirilis sejak tahun 2004. Dan pada tahun ini dirilis ulang. Kenapa baru sadar hari gene? Apakah suara Slank rakyat baru terdengar 4 tahun kemudian oleh DPR? Wah wah wah…

Acara diskusi debat semalam dihadiri oleh 1 orang perwakilan DPR dan satu lagi seorang pengamat politik (maaf lupa nama-namanya). Jujur saja, dalam acara tersebut terlihat betapa memalukannya DPR, dimana dalam satu sisi merasa ‘tersinggung’ akan lirik nakal lagu Slank dan ingin membela diri tetapi dalam kenyataannya sehari setelah DPR mengemukakan protes terhadap lirik tersebut salah satu anggota DPR tertangkap basah sedang menerima uang yang diduga hasil suap atau pemerasan kepada pejabat daerah.

Hehehehe… Makanya kalau memang merasa tersinggung, BUKTIKAN DULU KALAU DPR ITU BERSIH, BEKERJA DEMI DAN UNTUK RAKYAT, setelah itu baru protes deh itu lirik lagu Slank. Lah, ini sudah protes tapi kenyataan berbicara lain, apa yang ada dalam lirik lagu Slank langsung terbukti.

Untuk para so called wakil rakyat di DPR saya ingin bertanya, apa sampean itu benar-benar wakil rakyat? Apa cuma sekedar pion wakil Parpol?

Jadi miris juga bila melihat anggota-anggota dewan yang masih bersih, jujur dan amanah (mudah-mudahan masih ada), ikut terbawa image buruk oleh perbuatan dan kelakuan anggota-anggota lainnya yang bermasalah.

Untuk para anggota Dewan yang memang bersih, jujur, dan amanah sekarang saatnya kalian unjuk gigi, lakukan aksi untuk membenahi DPR agar benar-benar berfungsi sebagai ‘wakil rakyat’ yang dapat menampung semua aspirasi dan jeritan rakyat.

Ingat, sejelek apapun jeritan mereka itu adalah untuk kebaikan Negeri dan Bangsa ini, bukan hanya untuk segelintir kelompok yang haus akan kekuasaan dan materi. Semoga belum terlambat…

Lirik lagu Slank:

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Ternyata bukan hanya DPR saja yang disindir dan sepertinya hal-hal diatas sudah bukan lagi rahasia, sudah umum, sudah sering dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari.

Btw, kemana saja selama 4 tahun ini? Tidur? Halllooooww!

Mungkin Ketua sidang DPR harus meniru Presiden kita tercinta agar membangunkan wakil-wakil rakyat yang tertidur dalam sidang. Dan yang lebih parah lagi, membangunkan wakil yang ‘tertidur’ selamanya saat menjabat, macam beruang dimusim dingin hingga tidak melihat dan mendengar jeritan rakyat, yang ada hanya mimpi-mimpi indah dalam kekuasaan dan materi sebagai seorang pejabat wakil rakyat.

Lirik lagu diurusin buat jaga gengsi, urusin dulu dong itu rakyat mu yang kena musibah banjir lumpur.

Related Articles