Situs Depkominfo kembali dijebol. Ari Santoso, Kepala Pusat data selaku pengelola portal Depkominfo mengatakan, pihaknya kerap melakukan aktifitas tambal sulam di situs yang dibangun tahun 2004 ini. Hal itu dilakukan untuk menutup lubang-lubang yang bertebaran di situs yang beralamat di www.depkominfo.go.id ini.

“Jadi ibarat mobil, situs ini sudah seperti mobil lama (tua-red). Tidak bisa hanya mengganti komponennya satu per satu, mau gak mau mobilnya harus diganti karena teknologinya gak sesuai,” ujarnya…

Lalu situs MPR jadi bulan-bulanan. Steve Yulizar menyampaikan bahwa ada 2 cara “bodoh-bodohan” (foolish), namun efektif, untuk melakukan penyusupan ke situs pemerintahan. Pertama, yaitu dengan melakukan injeksi kode (code injection) semisal SQL injection dan XSS injection.

Dan yang kedua, tidak perlu keahlian teknis apapun, yaitu dengan memanfaatkan keteledoran administrator dari situs terkait seperti menebak username dan password yang terkadang masih default.

Ini pada niat dan serius gak sih bikin situs?

Budi Raharjo pun berkomentar, “Biasanya yang penting webnya jalan dulu, baru kemudian memikirkan masalah sekuriti lalu yang ketiga performa.”

Dan Jim Geovedi pun menanggapi, dengan adamya pembobolan situs pemerintah ini, kelemahan mendasar yang ditemui pada situs pemerintahan belum kritis karena situs pemerintah baru sebatas pajangan informasi.

Btw, so called Pakar belum ikut cuap-cuap masalah ini yah? :D

Related Articles