Bersyukur dan Tersenyumlah…
Apakah yang biasa kita lakukan saat pertamakali membuka mata di pagi hari?
Apakah bersyukur? Sering kali kita lupa akan hal tersebut bukan?
Bersyukurlah kita masih bernafas. Bersyukurlah kita masih bisa melihat, mendengar, menyapa atau memberi sesuatu kepada orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu di dunia ini.
Setelah mandi tadi pagi, saat berkaca, terlintas pikiran-pikiran tadi malam akan beban hidup yang dihadapi, pekerjaan, keuangan, keperluan keluarga, dan hal-hal lain yang bikin sumpek otak. Terbesit dalam benak… Apakah hidup ini begitu sulit? Apakah saya ini makhluk yang tidak beruntung?
Tiba-tiba raut muka dalam cermin yang dipakai berkaca itu tersenyum. Semakin saya perhatikan semakin pula makhluk dalam cermin itu tersenyum. Entah kenapa pula perasaan hati ini mulai terasa enteng. Pikiran-pikiran suram tadi mulai lenyap dan berganti dengan suara canda tawa anak-anak, bayangan orang-orang yang saya sayangi, teman-teman dan orang-orang yang pernah dan masih ada dalam kehidupan saya. Terasa ringan. Ingin rasanya menyapa seluruh dunia (hmm kudu cari koneksi internet ini, tapi lagi fakir bandwidth nih, ke kantor apa kemana yah?).
Mungkin ini keajaiban dari sebuah senyuman.
Makhluk gila dalam cermin itu membuat saya merasa bersyukur. Besyukur masih dapat merasakan susah dan senang dalam hidup ini.
Tiba-tiba hape berdering, sebuah sms mampir pagi-pagi. Ternyata dari seorang client yang katanya telah mengirim email dan urgently needed attention (ceritanya sih begitu bunyi smsnya). Sepertinya harus ke kantor nih. Hmm… setelah sejenak bersenda gurau dengan anak-anak akhirya saya memutuskan untuk pergi ke warnet sekitar rumah saja. Soalnya tengah hari nanti ada tamu mau ke rumah dan setelah itu anak-anak MWI semarang mau pada ngumpul, agak-agak malas juga kalau harus bulak-balik.
Setelah beres-beres kerjaan dari warnet lalu kembali ke rumah. Setiba dirumah, saya mendapatkan pintu gerbang terbuka lebar. Tumben, gak biasanya. Saya mendapatkan laki-laki tua sedang mencabuti rumput di areal carport dan taman depan dan tersenyum-senyum melihat kedatangan saya. Tentu saja membuat saya membalas tersenyum dan juga bingung.
Lalu saya bertanya kepada orang rumah tentang orang tua tadi. Orang tua tadi semula menajajakan barang-barang dagangan (seperti kain) tetapi setelah ibu tidak berminat membeli satupun, orang tua tersebut memelas menanyakan apakah ada sesuatu yang bisa dia kerjaan. Awalnya ibu hanya ingin memberikan uang saja sebagai rasa kasihan tetapi hal tersebut ditakutkan akan membuat orang tua tersebut tersinggung. Akhir diberikan saja kerjaan bersih-bersih taman. Ibu pun membawa minuman dan makan kecil buat orang tua tersebut, katanya orang tua tersebut datang dari daerah Gunung Pati… Waduh, Gunung Pati dan lokasi rumah saya itu bukan jarak yang dekat. bagaimana orang tua ini bisa nyasar ke sini yang jelas-jelas tidak membawa kendaraan.
Setelah brunch kilat (baca: sarapan+makan siang), sambil kembali membuka laptop di meja kerja yang kebetulan di depan jendela yang mengarah ke halaman, kembali tampak terlihat orang tua tersebut asyik mengerjakan pekerjaannya sambil sesekali tersenyum sendiri dan menyeka peluh dikeningnya. Ah, orang tua yang jika melihat kondisi beliau ini seharusnya sudah hidup tenang dirumah, beribadah, menikmati hari tua tanpa harus disibukan dengan urusan mencari uang dan menanggung beban hidup.
Sejenak mencoba merasakan bila saya dan orang tua tersebut bertukar tempat. Apa mungkin saya patut bersyukur?
Lamunan saya terhenti kala orang tua tersebut menyapa, meminta ijin untuk istirahat sejenak dan melakukan sholat di mesjid di dekat rumah. Hmmm… mungkin dimata Tuhan, orang tua itu sudah memiliki kapling yang sangat mulia, yang 100% terbalik dari keadaan dia di dunia saat dia hidup ini.
Tidak lama telepon berdering , tamu yang semula akan datang siang hari ini ternyata baru bisa datang sore hari karena sesuatu hal. Ya sudah, akhirnya saya memutuskan untuk langsung menuju lokasi gathering anak-anak MWI.
Menawarkan istri untuk ikut serta ke tempat gathering (yang kebetulan di Mall) tetapi ternyata tidak mau, takut ribet katanya. Haiiyaahh… As usual…
Ya wess, all by my self deh… Halah.
Sampai di TKP belum tampak satupun makhluk yang rencananya mau berkumpul. Ya sudah, nongkrong di J.Co, buka laptop meneruskan kerjaan (sayang nih belum ada hotspot) sambil cuci mata :D
20 menit berlalu, belum ada satupun makhluk-makhluk ajaib datang. Tiba-tiba masuk SMS, ternyata pesan dari Pakde yang menginformasikan kalau beliau harus di kantor dulu karena koneksi Internet lagi trouble dari pagi. Walah walah… Untung juga tadi pagi tidak memaksa ke kantor. Saya membalas, santai aja boss disini juga belum ada makhluk yang datang. Kalau 1 jam lagi tidak ada juga nanti saya mampir ke kantor.
Sambil menikmati Ice Cappuccino + Glazzy + Alcapone, waktu terus berlalu, belum ada juga yang tampak batang hidungnya. Sejenak terpikir, coba tadi bunda dan anak-anak pada mau ikut, pasti seru bisa jalan-jalan bareng. Ya but not bad juga deh refreshing sendirian nongkrong di J.Co :D
Kembali SMS masuk dari Pakde. Aku jane pengen donatnya. Beliin satu lusin… Halah halah….
Ya wess… 1 jam berlalu, beres-beres, beli pesanan Pakde lalu berangkat menuju kantor.
Ah, koneksi internet di kantor ternyata sudah pulih. Akhirnya iseng mengisi waktu menulis tulisan ini sebelum kembali ke rumah menunggu tamu yang janji datang dan siap-siap nonton moto GP :D
Jangan terlalu serius baca ceritanya yah… Hidup ini pernuh warna, jangan hanya dibuat hitam putih… Kalo weekend gak tahu mau kemana, ya silahkan baca-baca blog ini… Halah halah…. Have a nice weekend everyone ;)



waaa ternyata design baru dan feed baru, pantesan ga masuk2 di reader saya
congrat :)
thank u bro… biasa nih lagi agak2 sibuk maksain bebenah :)
ko bisa ya??? saat aku bercermin aku ndak pernah liat makhluk yg tersenyum ato apapun, yg ada jg org ganteng baru bangun tidur..hwahahahahaahahahahaha….kaya nya harus punya indra ke-enam deh..
@dcamz: guanteng? cerminnya salah kali tuh din!!… :))