Apakah kamu percaya dengan adanya TUHAN?
Sebuah pertanyaan yang mungkin biasa tapi bisa juga menjadi tabu luar biasa. Tadi pagi saat mau nge-blog sempat jalan-jalan ke blog-blog lain, lalu sempat membaca artikel yang menarik dengan judul ‘Untuk Pemarah-Pemarah’ di sini.
Isi dari artikel di blog tersebut sepertinya adalah sindiran-sindiran terhadap kejadian dimana seorang PNS ditangkap gara-gara berdebat tentang kepercayaan terhadap Tuhan. Si empunya blog sepertinya tidak setuju dengan penangkapan tersebut dan mengkritisi orang-orang pemarah yang dibela oleh aparat, setidaknya begitulah bila saya baca dalam tulisannya.
Yang menarik perhatian saya adalah sindiran-sindiran yang dilontarkan pada tulisan tersebut, saya kutip beberapa dibawah ini:
Jauh sebelum ini saya pernah berdiskusi mengenai hal keberadaan Tuhan. Kita tahu dan sering sekali orang-orang berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan/ujian diluar batas kemampuan makhluknya, apa pernah mendengar penyataan tersebut?
Bila seperti itu, kenapa ada orang gila di dunia ini? Orang yang jadi gila akibat stress menghadapi masalahnya bahkan ada yang kena penyakit jantung, depresi sampai menemui ajal. Apakah benar Tuhan itu ada dan seperti yang di kisahkan? Ataukan pernyataan diatas hanya ‘kalimat penyejuk’ yang diciptakan para imam dan pemimpin umat untuk membangun semangat dan pikiran positif?
Mind twisted?
Alhamdulillah, saya termasuk orang yang percaya akan adanya Tuhan.
Siapa yang menciptakan bumi, langit dan semesta? Apakah memang langsung ada begitu saja dengan segala keteraturannya?
Bagaimana makhluk hidup, manusia, hewan pertama kali ada di alam ini? Apakah karena evolusi? tercipta dengan ketidak sengajaan dalam kompleksitas yang tinggi? Manusia sepintar apapun belum dapat menciptakan makhluk sekecil kutu dengan ilmu dan tangannya sendiri.
Lalu bagaimana dengan orang yang masih tidak percaya adanya Tuhan?
Itu hak mereka, Tuhan juga tidak melarang bukan?
Lalu bagaimana dengan penangkapan PNS itu?
Lihat peraturan yang ada, apakah memang di negeri ini orang tidak boleh ateis? Apakah alasan penangkapan adalah untuk menyelamatkan PNS tersebut dari amukan masa? Atau dianggap telah menganggu dan meresahkan masyarakat banyak? Kita tahu peraturan di negeri ini banyak yang bisa dipelintir. Saran saya lebih baik pisahkan sudut pandang dari sisi hukum dan agama, jangan dicampur adukan karena bisa melebar kemana-mana. Tidak perlu membela yang tidak percaya Tuhan atau membela yang percaya. Tidak perlu menyalahkan pihak manapun.
Janganlah kita membuat alasan dia bersalah karena tidak percaya akan adanya Tuhan. Justru kita harus yakin dan berharap agar dia menemukan jalan hidupnya yang bahagia, apapun itu. Bagi kita yang percaya adanya Tuhan, cukup dengan mengigatkan dan memberi tahu saja, sewajarnya.
Bagi saya Tuhan tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia ‘ada’. Tuhan tidak mengatur kehidupan kita, tidak mengatur nasib dan takdir kita. Dia hanya memastikan satu hal, yaitu kematian. Nasib, takdir, semua diserahkan kepada kita, Dia hanya akan mengabulkan (cepat atau lambat) yang dianggap baik/perlu untuk kita dan apakah memang kita layak mendapatnya. Karena itu ada sembahyang, berdoa, beramal yang merupakan cara ‘bernegosiasi’ dengan Tuhan.
Dalam hal mempercayai adanya Tuhan dan menjalankan agamanya akan banyak menemukan hal-hal di luar logika. Ya orang-orang yang tidak mempercayai Tuhan biasanya hanya akan berfikir berdasarkan logika, sebab akibat dan lain sebagainya. Kita juga harus sadar bahwa orang beragama pun belum tentu dia bisa menjalankan agamanya dengan baik atau benar, orang beragama bukanlah malaikat walau terkadang mereka diharapkan bisa seperti itu, ingat dogma yang saya sebut diatas.
