<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prapanca</title>
	<atom:link href="http://www.prapanca.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.prapanca.net</link>
	<description>ideas, thoughts &#38; notes</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 07:57:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Mau Alasan Apa Lagi?</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2012/05/mau-alasan-apa-lagi/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2012/05/mau-alasan-apa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 09:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sibuk]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=2507</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala seorang yang kaya raya ditanya, “Mengapa engkau tidak beribadah ?” Sang hartawan beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurusi kekayaannya. Mungkin ia lupa bahwa dirinya sebenarnya tidaklah lebih kaya dari Nabi Sulaiman AS yang justru semakin bertakwa dengan bertambahnya kekayaannya. Mau alasan apa lagi ? Pertanyaan serupa ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2508" title="Man_pray_250" src="http://www.prapanca.net/sitecontent/uploads/Man_pray_250-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Tatkala seorang yang kaya raya ditanya, “Mengapa engkau tidak beribadah ?” Sang hartawan beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurusi kekayaannya. Mungkin ia lupa bahwa dirinya sebenarnya tidaklah lebih kaya dari Nabi Sulaiman AS yang justru semakin bertakwa dengan bertambahnya kekayaannya.</p>
<p>Mau alasan apa lagi ?</p>
<p>Pertanyaan serupa ditujukan kepada seorang karyawan, “Mengapa engkau tidak beribadah?” Sang karyawan berargumen bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin ia lupa bahwa dirinya tidaklah lebih sibuk dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW yang selain sebagai kepala negara dan panglima perang, beliau sebagai pendidik umat.</p>
<p>Mau alasan apa lagi ?</p>
<p>Seorang yang tidak berpendidikan ditanya, “Mengapa engkau tidak beribadah?” Ia beralasan bahwa ia tidak mampu untuk beribadah karena ilmunya yang rendah. Tidakkah ia lupa bahwa Nabi Muhammad SAW juga tidak bisa membaca dan menulis?</p>
<p>Mau alasan apa lagi ?</p>
<p>Begitupun ketika seorang hamba sahaya ditanya, “Mengapa engkau tidak beribadah?” Sang hamba sahaya beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena sibuk melayani majikannya. Tidakkah ia lupa bahwa dirinya tidaklah lebih sibuk dan sengsara dibandingkan dengan Nabi Yusuf AS?</p>
<p>Mau alasan apa lagi ?</p>
<p>Seorang yang sedang sakit ditanya dengan pertanyaan yang sama, “Mengapa engkau tidak beribadah?” Sang pasien beralasan bahwa ia tidak punya waktu dan tenaga untuk beribadah karena derita sakitnya. Cobalah ia ingat lagi, derita sakitnya itu belumlah seberapa dibandingkan dengan penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Ayub AS.</p>
<p>Mau alasan apa lagi ?</p>
<p>Padahal Allah telah jelas berfirman dalam Al-Qur’an dalam surat Adz- Dzariyat ayat 56 : “Tidak semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku&#8230;”</p>
<p>Sekarang mau alasan apa lagi?</p>
<p><small><em>(Dikutip dari: <a href="http://pendek.in/0v51" target="_blank">Sampaikan Walau Satu Ayat</a>)</em></small></p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2012/05/mau-alasan-apa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Lelaki Berbohong?</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2012/02/mengapa-lelaki-berbohong/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2012/02/mengapa-lelaki-berbohong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 06:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[dewa]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=2217</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena jatuh ke sungai. Lalu dia menangis dan berdoa, sehingga Dewa muncul. Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh kesungai. Lalu Dewa seketika menghilang dan muncul kembali membawa kapak emas. “Apakah ini kapakmu?” tanya sang Dewa. “Bukan, ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-2492 alignleft" title="man_and_sunset_250" src="http://www.prapanca.net/sitecontent/uploads/man_and_sunset_250.jpg" alt="" width="250" height="250" />Suatu hari, ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena jatuh ke sungai. Lalu dia menangis dan berdoa, sehingga Dewa muncul.<br />
Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh kesungai.<br />
Lalu Dewa seketika menghilang dan muncul kembali membawa kapak emas.<br />
“Apakah ini kapakmu?” tanya sang Dewa.<br />
“Bukan, Dewa,” jawab lelaki itu. Lalu Dewa menghilang dan muncul kembali membawa kapak perak.<br />
“Apakah ini kapakmu?” tanya sang Dewa lagi.<br />
“Bukan Dewa,” lelaki itu tetap menggelengkan kepalanya. Setelah menghilang kembali dalam sekejap mata Dewa datang lagi dan kali ini membawa kapak yang jelek dengan pegangan kayu dan mata besi.<br />
“Apakah ini kapakmu?”<br />
“Ya, Dewa, benar ini kapak saya”.<br />
“Kamu orang jujur, karena itu Aku akan memberikan ketiga kapak ini untukmu sebagai upah kejujuranmu”.<br />
Lelaki itu sangat bersyukur dan pulang ke rumahnya dengan sangat gembira.</p>
<p>Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai, istrinya terjatuh dan hanyut. Lagi, si penebang kayu menangis dan berdoa. Kemudian Dewa muncul.<br />
“Mengapa kamu menangis?”<br />
“Istri saya satu-satunya yang sangat saya cintai terjatuh ke sungai, Dewa.”<br />
Lalu Dewa menghilang kedalam sungai dan muncul kembali dengan membawa Jennifer Lopez.<br />
“Apakah ini istrimu?”<br />
“Ya, Dewa”<br />
Lalu Dewa marah dan berkata “Kamu berbohong, kemana perginya kejujuranmu?”<br />
Lelaki itu dengan takut dan gemetar berkata, “Dewa, seandainya saya tadi menjawab tidak, Dewa akan kembali dengan membawa Britney Spears, dan jika saat itu saya juga menjawab tidak, Dewa akan kembali membawa istri saya yang asli, dan jika ketika itu saya menjawab iya, Dewa akan memberikan ketiganya untuk menjadi istri saya. Saya ini orang miskin Dewa, tidak mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri…”</p>
<p><em>*Dicomot dari Eep S. Maqdir Facebook.</em></p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2012/02/mengapa-lelaki-berbohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Pun Bisa Bercanda</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2012/02/google-pun-bisa-bercanda/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2012/02/google-pun-bisa-bercanda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=2211</guid>
		<description><![CDATA[Coba buka www.google.com di browser komputer Anda, lalu ketik/copas &#8211;&#62; ASKEW dan lihat apa yang terjadi. Lalu coba ketik/copas &#8211;&#62; Do A Barrel Roll dan lihat apa yang terjadi. Ada yang tahu &#8216;becandaan&#8217; google lainnya? ^_^]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-2498 alignleft" title="google_birds" src="http://www.prapanca.net/sitecontent/uploads/google_birds-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Coba buka www.google.com di browser komputer Anda, lalu ketik/copas &#8211;&gt; ASKEW dan lihat apa yang terjadi. Lalu coba ketik/copas &#8211;&gt; Do A Barrel Roll dan lihat apa yang terjadi.</p>
<p><span id="more-2211"></span>Ada yang tahu &#8216;becandaan&#8217; google lainnya? ^_^</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2012/02/google-pun-bisa-bercanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook &amp; Twitter</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2012/01/facebook-twitter/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2012/01/facebook-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 12:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=2208</guid>
		<description><![CDATA[Perlu diingat kembali, Facebook dan Twitter adalah media untuk bersosial (social media), bukan diary pribadi&#8230; #internetsehat]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perlu diingat kembali, Facebook dan Twitter adalah media untuk bersosial (social media), bukan diary pribadi&#8230; #internetsehat</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2012/01/facebook-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2012/01/tuhan/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2012/01/tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 06:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=2202</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu percaya dengan adanya TUHAN? Sebuah pertanyaan yang mungkin biasa tapi bisa juga menjadi tabu luar biasa. Tadi pagi saat mau nge-blog sempat jalan-jalan ke blog-blog lain, lalu sempat membaca artikel yang menarik dengan judul &#8216;Untuk Pemarah-Pemarah&#8217; di sini. Isi dari artikel di blog tersebut sepertinya adalah sindiran-sindiran terhadap kejadian dimana seorang PNS ditangkap ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah kamu percaya dengan adanya TUHAN?</p>
<p>Sebuah pertanyaan yang mungkin biasa tapi bisa juga menjadi tabu luar biasa. Tadi pagi saat mau nge-blog sempat jalan-jalan ke blog-blog lain, lalu sempat membaca artikel yang menarik dengan judul &#8216;Untuk Pemarah-Pemarah&#8217; di <a href="http://pitopoenya.blogspot.com/2012/01/untuk-pemarah-pemarah.html" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Isi dari artikel di blog tersebut sepertinya adalah sindiran-sindiran terhadap kejadian dimana seorang PNS ditangkap gara-gara berdebat tentang kepercayaan terhadap Tuhan. Si empunya blog sepertinya tidak setuju dengan penangkapan tersebut dan mengkritisi orang-orang pemarah yang dibela oleh aparat, setidaknya begitulah bila saya baca dalam tulisannya.</p>
<p>Yang menarik perhatian saya adalah sindiran-sindiran yang dilontarkan pada tulisan tersebut, saya kutip beberapa dibawah ini:</p>
<div>&#8220;Jika memang Tuhan Maha Pengasih mengapa kalian begitu pemarah?&#8221;</div>
<div></div>
<div>&#8220;Jika memang Tuhan Maha Penyayang mengapa bogem kalian melayang?&#8221;</div>
<div></div>
<div>&#8220;Jika memang Tuhan Maha Raja Diraja, siapa yang memerintahkan kalian merangsek masuk ke kantor pemerintah?&#8221;</div>
<div></div>
<div>&#8220;Jika memang Tuhan Maha Suci, pantaskah namaNya kalian tunggangi dengan penuh kebencian terhadap mereka yang tak sepaham?&#8221;</div>
<div></div>
<div>IMHO, manusia dan Tuhan tidak bisa disama-samakan. Bila melihat kalimat-kalimat diatas sepertinya terlalu memaksakan bahwa manusia yang mengakui adanya Tuhan harus memiliki sifat yang (dipercaya) dimiliki Tuhan. Kenapa tidak sekalian bilang kalau Tuhan bisa menciptakan bumi dan langit kenapa kalian para pemarah tidak bisa?</div>
<div></div>
<div>No offense, bila pengikut Tuhan dipaksakan agar harus memiliki sifat yang sama, buat apa ada (dogma) neraka dan surga? Beberapa sindiran yang dilontarkan juga seakan-akan Tuhan harus menciptakan makhluk yang sempurna dan tidak tercela. So, banyak sindiran yang sangat-sangat kurang tepat.</div>
<div></div>
<div>Tapi ada satu sebenarnya menurut saya cukup mengena, seperti saya kutip dibawah ini:</div>
<div></div>
<div>&#8220;Jika memang Tuhan Maha Memberi Kesejahteraan&#8230; hei, berapa diantara kalian yang pengangguran tak berduit atau berada jauuuh di bawah garis kemiskinan?&#8221;</div>
<p>Jauh sebelum ini saya pernah berdiskusi mengenai hal keberadaan Tuhan. Kita tahu dan sering sekali orang-orang berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan/ujian diluar batas kemampuan makhluknya, apa pernah mendengar penyataan tersebut?</p>
<p>Bila seperti itu, kenapa ada orang gila di dunia ini? Orang yang jadi gila akibat stress menghadapi masalahnya bahkan ada yang kena penyakit jantung, depresi sampai menemui ajal. Apakah benar Tuhan itu ada dan seperti yang di kisahkan? Ataukan pernyataan diatas hanya &#8216;kalimat penyejuk&#8217; yang diciptakan para imam dan pemimpin umat untuk membangun semangat dan pikiran positif?</p>
<p>Mind twisted?</p>
<p>Alhamdulillah, saya termasuk orang yang percaya akan adanya Tuhan.</p>
<p>Siapa yang menciptakan bumi, langit dan semesta? Apakah memang langsung ada begitu saja dengan segala keteraturannya?</p>
<p>Bagaimana makhluk hidup, manusia, hewan pertama kali ada di alam ini? Apakah karena evolusi? tercipta dengan ketidak sengajaan dalam kompleksitas yang tinggi? Manusia sepintar apapun belum dapat menciptakan makhluk sekecil kutu dengan ilmu dan tangannya sendiri.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan orang yang masih tidak percaya adanya Tuhan?<br />
Itu hak mereka, Tuhan juga tidak melarang bukan?</p>
<p>Lalu bagaimana dengan penangkapan PNS itu?<br />
Lihat peraturan yang ada, apakah memang di negeri ini orang tidak boleh ateis? Apakah alasan penangkapan adalah untuk menyelamatkan PNS tersebut dari amukan masa? Atau dianggap telah menganggu dan meresahkan masyarakat banyak? Kita tahu peraturan di negeri ini banyak yang bisa dipelintir. Saran saya lebih baik pisahkan sudut pandang dari sisi hukum dan agama, jangan dicampur adukan karena bisa melebar kemana-mana. Tidak perlu membela yang tidak percaya Tuhan atau membela yang percaya. Tidak perlu menyalahkan pihak manapun.</p>
<p>Janganlah kita membuat alasan dia bersalah karena tidak percaya akan adanya Tuhan. Justru kita harus yakin dan berharap agar dia menemukan jalan hidupnya yang bahagia, apapun itu. Bagi kita yang percaya adanya Tuhan, cukup dengan mengigatkan dan memberi tahu saja, sewajarnya.</p>
<p>Bagi saya Tuhan tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia &#8216;ada&#8217;. Tuhan tidak mengatur kehidupan kita, tidak mengatur nasib dan takdir kita. Dia hanya memastikan satu hal, yaitu kematian. Nasib, takdir, semua diserahkan kepada kita, Dia hanya akan mengabulkan (cepat atau lambat) yang dianggap baik/perlu untuk kita dan apakah memang kita layak mendapatnya. Karena itu ada sembahyang, berdoa, beramal yang merupakan cara &#8216;bernegosiasi&#8217; dengan Tuhan.</p>
<p>Dalam hal mempercayai adanya Tuhan dan menjalankan agamanya akan banyak menemukan hal-hal di luar logika. Ya orang-orang yang tidak mempercayai Tuhan biasanya hanya akan berfikir berdasarkan logika, sebab akibat dan lain sebagainya. Kita juga harus sadar bahwa orang beragama pun belum tentu dia bisa menjalankan agamanya dengan baik atau benar, orang beragama bukanlah malaikat walau terkadang mereka diharapkan bisa seperti itu, ingat dogma yang saya sebut diatas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2012/01/tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apalah Arti Cinta</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2012/01/apalah-arti-cinta/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2012/01/apalah-arti-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 18:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Videos]]></category>
		<category><![CDATA[apalah arti cinta]]></category>
		<category><![CDATA[she]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=2184</guid>
		<description><![CDATA[~ by she Apalah arti cinta, bila aku tak bisa Memilikimu.. Apalah arti cinta, bila pada akhirnya Tak &#8216;kan menyatu.. Sesulit inikah jalan takdirku Yang tak inginkan kita bahagia Bila aku tak berujung denganmu Biarkan kisah ini ku kenang selamanya Tuhan tolong buang rasa cintaku Jika tak kau ijinkan aku bersamanya Inilah saatnya aku harus ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe width="620" height="400" src="http://www.youtube.com/embed/FlmzTRiDdto" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>~ by she</p>
<p>Apalah arti cinta, bila aku tak bisa<br />
Memilikimu..<br />
Apalah arti cinta, bila pada akhirnya<br />
Tak &#8216;kan menyatu..</p>
<p>Sesulit inikah jalan takdirku<br />
Yang tak inginkan kita bahagia</p>
<p>Bila aku tak berujung denganmu<br />
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya<br />
Tuhan tolong buang rasa cintaku<br />
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya</p>
<p>Inilah saatnya aku harus melepaskan dirimu</p>
<p>Tuhan tolong buang rasa cintaku<br />
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2012/01/apalah-arti-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

