<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prapanca &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://www.prapanca.net/tag/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.prapanca.net</link>
	<description>ideas, thoughts &#38; notes</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Orang Gila</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/06/orang-gila/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/06/orang-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 10:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Pernah bertemu dengan orang gila di jalan? Kira-kira apa yang ada di benak orang gila tersebut? Apa yang mereka rasa dan pikirkan? Ketidak mampuan menahan trauma, atau perasaan, baik itu sedih maupun kecewa yang membuat kondisi yang tidak bisa mereka terima. Ya, penyebab orang menjadi gila mungkin bermacam-macam tapi pada intinya yaitu sesuatu yang membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah bertemu dengan orang gila di jalan?</p>
<p>Kira-kira apa yang ada di benak orang gila tersebut? Apa yang mereka rasa dan pikirkan?</p>
<p><span id="more-115"></span>Ketidak mampuan menahan trauma, atau perasaan, baik itu sedih maupun kecewa yang membuat kondisi yang tidak bisa mereka terima. Ya, penyebab orang menjadi gila mungkin bermacam-macam tapi pada intinya yaitu sesuatu yang membuat dia menjadi sangat-sangat tidak bahagia dan tidak bisa menerima kenyataan dan pada akhirnya mengakibatkan adanya gangguan pada pikiran.</p>
<p>Ada orang yang terganggu mental karena jatuh miskin, hilang jabatan, kehilangan sesorang, trauma atas kejadian yang membuat ketakutan atau kesedihan teramat sangat dan lain sebagainya. Hmm&#8230; apakah ini sebuah kisah tragis dari sebuah sisi kehidupan?</p>
<p>Saya jadi teringat sebuah cerita dari buku jadul.</p>
<p>Seorang dokter jiwa di sebuah rumah sakit di barat sana tengah menangani pasien seorang wanita yang terganggu jiwanya. Menurut dokter tersebut sang wanita ini menjadi gila karena kehidupannya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan dan dirinya tidak bisa menerimanya.</p>
<p>Dulu dia mengidamkan hidup sebagai wanita terpandang dengan suami yang begitu mencintainya dan menyanjungnya. Hidup dikelilingi banyak anak-anak yang membuat suasana ceria. Hidup mapan dan berada.</p>
<p>Tetapi apa yang terjadi? Hidup ini tidak berjalan seperti yang dia inginkan. Suaminya mencampakannya dan pergi dengan wanita lain, dan ia tidak dikaruniai seorang anakpun. Hidup sengsara, banting tulang untuk bertahan hidup yang akhirnya membawa dia kebatas kemampuan untuk berpikir normal.</p>
<p>Sang dokter pun menceritakan kondisi saat dia menangani wanita yang sakit tersebut di rumah sakit jiwanya, betapa wanita itu selalu ingin di panggil &#8216;lady&#8217; oleh orang yang ditemuinya dan selalu berkata &#8220;dokter, tadi malam saya melahirkan seorang bayi kecil yang lucu&#8221; kepada dokter saat pemeriksaan rutin pada pagi hari. Ya, wanita tersebut merasa dirinya seorang bangsawan dan bertingkah laku seperti layaknya seorang wanita bangsawan.</p>
<p>Saat dokter tersebut ditanya mengenai pendapat apakah hidup wanita tersebut begitu tragis dengan berakhir di rumah sakit jiwa. Dokter tersebut menjawab, &#8220;Andai saya mempunyai kemampuan untuk menarik dia kembali ke kehidupan normal ini&#8230; saya mungkin tidak akan melakukannya. Dia tampak begitu bahagia didalam kegilaannya&#8230;&#8221;</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/" title="Kembali Ke Masa Lalu">Kembali Ke Masa Lalu</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/" title="Sabar Dan Ikhlas">Sabar Dan Ikhlas</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-ramadhan-bagi-anak/" title="Puasa Ramadhan Bagi Anak">Puasa Ramadhan Bagi Anak</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-puasa-mari-kita-puasa/" title="Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;">Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/02/2011/" title="2011">2011</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/06/orang-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali Ke Masa Lalu</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 03:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Selepas waktu pulang kerja, berkumpulah 4 orang sahabat dalam sebuah acara makan malam di sebuah restoran. Elang, Sinta, Emon, dan Galib, mereka sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Walau sekarang mereka memiliki pekerjaan yang berbeda dan sudah memiliki kehidupan masing-masing, mereka masih sering berkumpul. Emon yang biasanya humoris setelah memesan lagi makanan yang sepertinya menu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selepas waktu pulang kerja, berkumpulah 4 orang sahabat dalam sebuah acara makan malam di sebuah restoran.</p>
<p>Elang, Sinta, Emon, dan Galib, mereka sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Walau sekarang mereka memiliki pekerjaan yang berbeda dan sudah memiliki kehidupan masing-masing, mereka masih sering berkumpul.</p>
<p><span id="more-107"></span>Emon yang biasanya humoris setelah memesan lagi makanan yang sepertinya menu babak pertama tadi masih belum cukup memenuhi napsu naga-naga dalam perutnya, mengutarakan pertanyaan dengan cukup serius.</p>
<p>&#8220;Teman-teman, kalau kita diperbolehkan kembali kemasa lalu&#8230; Apa yang kira-kira akan kalian lakukan untuk memperbaiki hidup kalian? Kembali ke waktu anak-anak, SMA atau kuliah? Yang mana yang kalian pilih?&#8221; tanya Emon.</p>
<p>Pertanyaan itu membuat sahabat-sahabat yang lain terdiam.</p>
<p>Sambil kembali menyantap gule yang dipesan, Elang menjawab &#8220;Hmmm&#8230; Mungkin gue memilih untuk kembali ke masa sebelum kuliah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Alasannya?&#8221; Tanya Emon dengan raut muka serius.</p>
<p>&#8220;Ya jujur saja, mungkin gue akan ngambil jurusan lain pas waktu kuliah, yang lebih menjanjikan buat karir gue dan lebih baik dari sekarang&#8221; jawab Elang.</p>
<p>Lalu Elang melirik kepada Sinta, &#8220;Kalau kamu apa Sin?&#8221; lanjut Elang.</p>
<p>&#8220;Kalau aku&#8230; Kayaknya aku mau kembali ke masa SMA, kemasa-masa sebelum <em>married</em> deh&#8230; Yah menikmati lagi, melakukan apa yang dulu gak pernah dan harusnya aku lakukan. Gila guys, udah jadi ibu-ibu ya juga wanita karir, <em>no time for my self</em> gitu lohhh&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8220;Kalo gue&#8230;&#8221; sambung Galib, &#8220;Mungkin gue pengen kembali ke masa kuliah dulu&#8230; Dimana gue ketemu cinta sejati gue, pasti gue bakal ngotot merebut cinta si dia sebelum dia direbut orang lain. Lalu gue nikah sama dia, punya anak dan bahagia. Gak jomblo kayak sekarang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Makanya standar lu jangan ketinggian, dan jadi cowok tuh harus berani dong&#8230; Jadi aja sekarang cuma elu yang masih gak laku&#8221; celoteh Sinta sambil ngakak.</p>
<p>&#8220;Nah, terus kalau elo sendiri gemana Mon?&#8221; tanya Elang.</p>
<p>&#8220;Kalau gue? yah mungkin gue gak akan mengubah apapun&#8230; Apapun yang telah terjadi ya kita harus bersyukur dan kita coba tetap berjalan ke depan&#8230; Itu uniknya hidup&#8230; Tapi kalau memang ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu&#8230; gue milih kembali ke waktu bangun tidur tadi pagi&#8230;&#8221; jawab Emon.</p>
<p>&#8220;Loh kok? kenapa emangnya?&#8221; tanya Galib yang diiringi tatapan bingung kedua sahabatnya yang lain.</p>
<p>&#8220;Gak&#8230; Tadi pagi aku lupa bawa dompet. Jadi tolong yah bayarin dulu ini makanan aku&#8230;&#8221; jawab emon sambil cengengesan.</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/" title="Grammar For Life&#8230;">Grammar For Life&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/mencari-sesuatu/" title="Mencari Sesuatu&#8230;">Mencari Sesuatu&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/12/dear-friend/" title="Dear friend,">Dear friend,</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/10/what-is-real/" title="What is REAL?">What is REAL?</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/07/am-i-scary-for-you/" title="Am I Scary For You?">Am I Scary For You?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar Dan Ikhlas</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 11:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/03/25/sabar-dan-ikhlas/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca tulisan dari LatQueire tentang &#8216;Ilmu Hidup&#8217; saya jadi teringat postingan saya tentang &#8216;sabar dan ikhlas&#8217; di blog saya yang hilang dulu. Membuat saya ingin menulis lagi mengenai sabar dan ikhlas di blog ini. Sabar dan ikhlas, definisi mengenai sabar maupun ikhlas ini sebenarnya bisa kita dapatkan dari berbagai macam buku/literatur terutama yang menyangkut keyakinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca tulisan dari <a href="http://www.latqueire.info/blog/?p=133" target="_blank">LatQueire tentang &#8216;Ilmu Hidup&#8217;</a> saya jadi teringat <em>postingan</em> saya tentang &#8216;sabar dan ikhlas&#8217; <a href="http://www.prapanca.net/index.php/2007/10/31/my-blog-goes-bubye/" target="_blank">di blog saya yang <span style="text-decoration: line-through;">hilang</span> dulu</a>. Membuat saya ingin menulis lagi mengenai sabar dan ikhlas di blog ini.</p>
<p><span id="more-89"></span>Sabar dan ikhlas, definisi mengenai sabar maupun ikhlas ini sebenarnya bisa kita dapatkan dari berbagai macam buku/literatur terutama yang menyangkut keyakinan beragama atau pada ceramah-ceramah keagamaan.</p>
<p>Apa yang terjadi saat ini adalah orang-orang sering berkata &#8216;bersabar lah&#8217; saat kita mengalami kekalahan atau belum menerima sesuatu yang kita dambakan atau saat kita menunggu sesuatu. Orang-orang juga sering mengatakan &#8216;bersabar lah&#8217; bila kita tertimpa musibah atau bila kita sedang dalam kesulitan atau kesedihan bahkan saat kita dalam kondisi teraniaya. Seakan-akan mengharuskan kita untuk menerima keadaan.</p>
<p>Btw, mungkin saya juga termasuk orang yang bingung &#8216;menterjemahkan&#8217; sabar dan ikhlas ini :D</p>
<p>Apakah sabar itu berarti diam dan menerima?</p>
<p><!--more-->Pada bulan Ramadhan tahun lalu saya mendengar sebuah cerita mengenai sabar.</p>
<blockquote><p><em>Diceritakan pada sebuah kampung tengah berkumpul pak Haji dan beberapa warga yang sedang berbincang sambil menunggu waktu berbuka puasa dikediaman pak Haji. </em></p>
<p><em>Biasanya saat menjelang magrib, Fatimah, anak pak Haji selalu menyiapkan minuman entah itu air putih, teh, atau kolak dan makanan kecil untuk berbuka. Hari ini, saat waktu adzan buka puasa semakin dekat, Fatimah belum menunjukan batang hidungnya.</em></p>
<p><em>Bertanyalah salah satu warga, &#8220;Pak Haji, kemane si Fatime, udah mau buka belum ade aer? Biasanye udah siap buat tajil nih.&#8221;</em></p>
<p><em>Lalu seorang warga yang tahu menjawab, &#8220;Itu tadi anak pak Haji lagi ke warung beli kolak buat tajil.&#8221;</em></p>
<p><em>Lalu berkatalah warga yang bertanya tadi, &#8220;Ooo&#8230; ya sabar dah, nunggu, kan bulan puasa kudu banyak sabar.&#8221;</em></p>
<p><em>Mendengar perkataan warga tersebut pak Haji pun berkata, &#8220;Menunggu itu bukan &#8216;sabar&#8217; namanya&#8230; Ini sudah hampir waktu berbuka, Fatimah belum juga tiba&#8230; mungkin ada kesulitan di perjalanan. Coba kamu susul dan bantu dia! itu baru &#8216;sabar&#8217; namanya.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Mendengar cerita tersebut saya pun tertegun&#8230; Apa sebenarnya sabar itu?</p>
<p>Yang saya pahami, sabar itu adalah tetap bertindak tetapi bertidak dengan ketenangan pikiran dan hati, tanpa rasa sedih, amarah atau nafsu. Yang salah tetap harus dibenarkan dan yang benar tetap harus dipertahankan.</p>
<p>Ikhlas, seperti halnya sabar, banyak sekali orang yang sedang dirundung duka karena musibah mungkin karena kehilangan sesuatu atau ditinggalkan oleh orang yang dicintai atau mengalami kondisi yang kita tidak inginkan mengucapkan kata &#8216;saya ikhlas dalam menerima cobaan (musibah) ini&#8217; tetapi tetap menangis dan tetap bersedih. Satu hal yang lain, saat kita memberikan sesuatu kepada orang lain baik dalam kondisi terpaksa maupun tidak, sering kali kita mengaku kita ikhlas memberi.</p>
<p>Seperti apa ikhlas itu sebenarnya?</p>
<p>Saya tidak mempunyai cerita seperti cerita sabar diatas tadi. Beberapa buku mengenai kesuksesan hidup, pengembangan kepribadian dan sejenisnya, ada juga beberapa yang mengutarakan mengenai &#8216;ikhlas&#8217; ini. Tentu dengan cara peyampaian yang berbeda.</p>
<p>Dari semua yang saya ketahui, saya menangkap bahwa ikhlas itu adalah sebuah perasaan &#8216;nyaman&#8217; saat kita menerima atau memberi atau melakukan sesuatu. Ada kecenderungan sesuatu yang membuat hati kita &#8216;bahagia&#8217;.</p>
<p>Bila seperti itu, bagaimana dengan ikhlas menerima musibah?</p>
<p>Pikiranlah yang bermain dengan sudut pandang terhadap musibah tersebut. Bila hati ini masih diliputi rasa sedih terhadap musibah seakan-akan di lubuk hati yang paling dalam masih belum dapat menerimanya walau dibibir terucap kata ikhlas itu adalah palsu.</p>
<p>Bila dari kejadian itu semua dapat menjadikan hati kita &#8216;nyaman&#8217; menerima, terhadap musibah dan tentu saja terhadap hikmah yang ada, saya berfikir itulah sebuah keikhlasan. Perasaan menerima dan memberi yang tulus, yang bahkan dapat membuat kita tersenyum saat mengingatnya.</p>
<p>Sulit?</p>
<p>Saya sendiri tidak pernah menganggap itu hal yang mudah.</p>
<p>Btw, saat kita berniat untuk shalat atau beribadahpun kurang lebih selalu dimulai dengan kalimat &#8220;Saya niat dengan ikhlas&#8230;.&#8221; bukan? :)</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/" title="Sebuah Kejujuran">Sebuah Kejujuran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/" title="Quote: If Life is Water">Quote: If Life is Water</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/11/quote-a-chance-to-start/" title="Quote: A Chance To Start">Quote: A Chance To Start</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-ramadhan-bagi-anak/" title="Puasa Ramadhan Bagi Anak">Puasa Ramadhan Bagi Anak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

