<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prapanca &#187; Word</title>
	<atom:link href="http://www.prapanca.net/tag/word/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.prapanca.net</link>
	<description>ideas, thoughts &#38; notes</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Grammar For Life&#8230;</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 01:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Live in active voice, not the passive. Think more about what you make happen than what happens to you. Live in the indicative mood rather than subjective. Be concerned with things as they are rather than as they might be. Live in the present tense facing the duty at hand. Without regret for the past [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Live in active voice, not the passive.<br />
Think more about what you make happen than what happens to you.</p>
<p>Live in the indicative mood rather than subjective.<br />
Be concerned with things as they are rather than as they might be.</p>
<p>Live in the present tense facing the duty at hand.<br />
Without regret for the past or worry for the future.</p>
<p><span id="more-371"></span>Live in the first person,<br />
criticising yourself rather than finding fault with others.</p>
<p>Live in singular number,<br />
caring more for the approval of your own conscience<br />
than for the applause of the crowd.</p>
<p>And if you want a verb to conjugate,<br />
you cannot do better than to take a verb &#8220;to love&#8221;.</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/" title="Kembali Ke Masa Lalu">Kembali Ke Masa Lalu</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/mencari-sesuatu/" title="Mencari Sesuatu&#8230;">Mencari Sesuatu&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/12/dear-friend/" title="Dear friend,">Dear friend,</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/10/what-is-real/" title="What is REAL?">What is REAL?</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/07/am-i-scary-for-you/" title="Am I Scary For You?">Am I Scary For You?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Akan Bertanya&#8230;</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2009/03/tuhan-akan-bertanya/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2009/03/tuhan-akan-bertanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 02:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prapanca.net/blog/2009/03/03/tuhan-akan-bertanya/</guid>
		<description><![CDATA[Pada akhir masa nanti, TUHAN TIDAK AKAN BERTANYA: Apa yang telah kamu impikan? Apa yang telah kamu pikirkan? Apa yang telah kamu rencanakan? Apa yang telah kamu mohon? Tapi TUHAN AKAN BERTANYA: Apa yang telah kamu lakukan? Related Articles10 RACUN DALAM DIRITeori Relativitas Itu&#8230;Pesimis VS OptimisGrammar For Life&#8230;Aji Idol]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada akhir masa nanti,</p>
<p>TUHAN TIDAK AKAN BERTANYA:</p>
<p>Apa yang telah kamu impikan?<br />
Apa yang telah kamu pikirkan?<br />
Apa yang telah kamu rencanakan?<br />
Apa yang telah kamu mohon?</p>
<p>Tapi TUHAN AKAN BERTANYA:</p>
<p>Apa yang telah kamu lakukan?</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/11/10-racun-dalam-diri/" title="10 RACUN DALAM DIRI">10 RACUN DALAM DIRI</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/04/teori-relativitas-itu/" title="Teori Relativitas Itu&#8230;">Teori Relativitas Itu&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/12/pesimis-vs-optimis/" title="Pesimis VS Optimis">Pesimis VS Optimis</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/" title="Grammar For Life&#8230;">Grammar For Life&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/05/aji-idol/" title="Aji Idol">Aji Idol</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2009/03/tuhan-akan-bertanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 RACUN DALAM DIRI</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/11/10-racun-dalam-diri/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/11/10-racun-dalam-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 07:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prapanca.net/blog/2008/11/19/10-racun-dalam-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Copas dari forum tetangga: Racun pertama : Menghindar Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat. Antibodinya : Realitas Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Copas dari forum tetangga:</p>
<p>Racun pertama : Menghindar<br />
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.<br />
<span id="more-178"></span>Antibodinya : Realitas<br />
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.</p>
<p>Racun kedua : Ketakutan<br />
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan seksual.<br />
Antibodinya : Keberanian<br />
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.</p>
<p>Racun ketiga : Egoistis<br />
Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.<br />
Antibodinya : Bersikap sosial.<br />
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.</p>
<p>Racun keempat : Stagnasi<br />
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.<br />
Antibodinya : Ambisi<br />
Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita akan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.</p>
<p>Racun kelima : Rasa rendah diri<br />
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.<br />
Antibodinya : Keyakinan diri.<br />
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.</p>
<p>Racun keenam : Narsistik<br />
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.<br />
Antibodinya : Rendah hati.<br />
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.</p>
<p>Racun ketujuh : Mengasihani diri<br />
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.<br />
Antibodinya : Sublimasi<br />
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.</p>
<p>Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan<br />
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.<br />
Antibodinya : Kerja<br />
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.</p>
<p>Racun kesembilan : Sikap tidak toleran<br />
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.<br />
Antibodinya : Kontrol diri<br />
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.</p>
<p>Racun kesepuluh : Kebencian<br />
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.<br />
Antibodinya : Cinta kasih<br />
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.</p>
<p>Simpanlah paket tiket untuk perasaan tidak bahagia dan mengaculah pada paket tiket ini saat kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang.</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/03/tuhan-akan-bertanya/" title="Tuhan Akan Bertanya&#8230;">Tuhan Akan Bertanya&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/04/teori-relativitas-itu/" title="Teori Relativitas Itu&#8230;">Teori Relativitas Itu&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/12/pesimis-vs-optimis/" title="Pesimis VS Optimis">Pesimis VS Optimis</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/" title="Grammar For Life&#8230;">Grammar For Life&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/05/aji-idol/" title="Aji Idol">Aji Idol</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/11/10-racun-dalam-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali Ke Masa Lalu</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 03:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Selepas waktu pulang kerja, berkumpulah 4 orang sahabat dalam sebuah acara makan malam di sebuah restoran. Elang, Sinta, Emon, dan Galib, mereka sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Walau sekarang mereka memiliki pekerjaan yang berbeda dan sudah memiliki kehidupan masing-masing, mereka masih sering berkumpul. Emon yang biasanya humoris setelah memesan lagi makanan yang sepertinya menu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selepas waktu pulang kerja, berkumpulah 4 orang sahabat dalam sebuah acara makan malam di sebuah restoran.</p>
<p>Elang, Sinta, Emon, dan Galib, mereka sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Walau sekarang mereka memiliki pekerjaan yang berbeda dan sudah memiliki kehidupan masing-masing, mereka masih sering berkumpul.</p>
<p><span id="more-107"></span>Emon yang biasanya humoris setelah memesan lagi makanan yang sepertinya menu babak pertama tadi masih belum cukup memenuhi napsu naga-naga dalam perutnya, mengutarakan pertanyaan dengan cukup serius.</p>
<p>&#8220;Teman-teman, kalau kita diperbolehkan kembali kemasa lalu&#8230; Apa yang kira-kira akan kalian lakukan untuk memperbaiki hidup kalian? Kembali ke waktu anak-anak, SMA atau kuliah? Yang mana yang kalian pilih?&#8221; tanya Emon.</p>
<p>Pertanyaan itu membuat sahabat-sahabat yang lain terdiam.</p>
<p>Sambil kembali menyantap gule yang dipesan, Elang menjawab &#8220;Hmmm&#8230; Mungkin gue memilih untuk kembali ke masa sebelum kuliah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Alasannya?&#8221; Tanya Emon dengan raut muka serius.</p>
<p>&#8220;Ya jujur saja, mungkin gue akan ngambil jurusan lain pas waktu kuliah, yang lebih menjanjikan buat karir gue dan lebih baik dari sekarang&#8221; jawab Elang.</p>
<p>Lalu Elang melirik kepada Sinta, &#8220;Kalau kamu apa Sin?&#8221; lanjut Elang.</p>
<p>&#8220;Kalau aku&#8230; Kayaknya aku mau kembali ke masa SMA, kemasa-masa sebelum <em>married</em> deh&#8230; Yah menikmati lagi, melakukan apa yang dulu gak pernah dan harusnya aku lakukan. Gila guys, udah jadi ibu-ibu ya juga wanita karir, <em>no time for my self</em> gitu lohhh&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8220;Kalo gue&#8230;&#8221; sambung Galib, &#8220;Mungkin gue pengen kembali ke masa kuliah dulu&#8230; Dimana gue ketemu cinta sejati gue, pasti gue bakal ngotot merebut cinta si dia sebelum dia direbut orang lain. Lalu gue nikah sama dia, punya anak dan bahagia. Gak jomblo kayak sekarang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Makanya standar lu jangan ketinggian, dan jadi cowok tuh harus berani dong&#8230; Jadi aja sekarang cuma elu yang masih gak laku&#8221; celoteh Sinta sambil ngakak.</p>
<p>&#8220;Nah, terus kalau elo sendiri gemana Mon?&#8221; tanya Elang.</p>
<p>&#8220;Kalau gue? yah mungkin gue gak akan mengubah apapun&#8230; Apapun yang telah terjadi ya kita harus bersyukur dan kita coba tetap berjalan ke depan&#8230; Itu uniknya hidup&#8230; Tapi kalau memang ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu&#8230; gue milih kembali ke waktu bangun tidur tadi pagi&#8230;&#8221; jawab Emon.</p>
<p>&#8220;Loh kok? kenapa emangnya?&#8221; tanya Galib yang diiringi tatapan bingung kedua sahabatnya yang lain.</p>
<p>&#8220;Gak&#8230; Tadi pagi aku lupa bawa dompet. Jadi tolong yah bayarin dulu ini makanan aku&#8230;&#8221; jawab emon sambil cengengesan.</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/" title="Grammar For Life&#8230;">Grammar For Life&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/mencari-sesuatu/" title="Mencari Sesuatu&#8230;">Mencari Sesuatu&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/12/dear-friend/" title="Dear friend,">Dear friend,</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/10/what-is-real/" title="What is REAL?">What is REAL?</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/07/am-i-scary-for-you/" title="Am I Scary For You?">Am I Scary For You?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Sesuatu&#8230;</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/04/mencari-sesuatu/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/04/mencari-sesuatu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 07:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Manusia menghabiskan waktu hidupnya untuk mencari kebahagiaan atau mencari sebuah kedamaian. Dengan segenap kemampuannya mereka mencari dengan mengejar mimpi-mimpi, keyakinan, sesuatu, bahkan seseorang&#8230; hanya dengan harapan bahwa itu semua dapat mengisi kekosongan diri. Yang sangat ironis adalah, ternyata satu-satunya tempat yang perlu mereka cari adalah didalam diri mereka sendiri. Related ArticlesGrammar For Life&#8230;Kembali Ke Masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia menghabiskan waktu hidupnya untuk mencari kebahagiaan atau mencari sebuah kedamaian.</p>
<p><span id="more-105"></span>Dengan segenap kemampuannya mereka mencari dengan mengejar mimpi-mimpi, keyakinan, sesuatu, bahkan seseorang&#8230; hanya dengan harapan bahwa itu semua dapat mengisi kekosongan diri.</p>
<p>Yang sangat ironis adalah, ternyata satu-satunya tempat yang perlu mereka cari adalah didalam diri mereka sendiri.</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/04/grammar-for-life/" title="Grammar For Life&#8230;">Grammar For Life&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/" title="Kembali Ke Masa Lalu">Kembali Ke Masa Lalu</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/12/dear-friend/" title="Dear friend,">Dear friend,</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/10/what-is-real/" title="What is REAL?">What is REAL?</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2009/07/am-i-scary-for-you/" title="Am I Scary For You?">Am I Scary For You?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/04/mencari-sesuatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

