<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prapanca &#187; Words</title>
	<atom:link href="http://www.prapanca.net/tag/words/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.prapanca.net</link>
	<description>ideas, thoughts &#38; notes</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>People Believe What They Want To Believe</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 18:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[believe]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[percaya]]></category>
		<category><![CDATA[prapanca]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=1088</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan orang hanya percaya dengan apa yang ingin dia percaya. Percaya dengan apa yang dia lihat, yang dia dengar dan dia rasakan selama itu sejalan dengan apa yang dia rasakan. Mereka akan mencari alasan-alasan dengan asumsi-asumsi dari apa yang dia lihat, dia dengar, dia rasakan dan menyebutnya sebuah fakta tanpa ada rasa ingin mengetahui dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan orang hanya percaya dengan apa yang ingin dia percaya. Percaya dengan apa yang dia lihat, yang dia dengar dan dia rasakan selama itu sejalan dengan apa yang dia rasakan.</p>
<p><span id="more-1088"></span>Mereka akan mencari alasan-alasan dengan asumsi-asumsi dari apa yang dia lihat, dia dengar, dia rasakan dan menyebutnya sebuah fakta tanpa ada rasa ingin mengetahui dan menyelidikinya lebih jauh apalagi untuk menguji dan mempelajarinya lebih mendalam. Lalu mereka akan mempertahankan apa yang dia percaya tersebut dan meyakininya.</p>
<p>Pada akhirnya, apa yang sebenarnya terjadi dan kenyataan yang ada dibalik itu, bukanlah menjadi masalah dan tidak akan menjadi penting baginya. Yang terpenting adalah dia dan orang-orang sekitarnya percaya dangan apa yang dia percaya.</p>
<p><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/">People believe what they want to believe</a>, sebuah sifat atau sikap yang terkadang sangat menjengkelkan bilamana ada orang yang salah menilai sesuatu atau salah menilai diri kita. Dan sangat sangat menjengkelkan bila ada sebuah media berita yang mencoba &#8216;memanipulasi&#8217; dengan memanfaatkan hal ini untuk mengarahkan kita kepada sebuah opini yang subjectif. Tetapi hal ini juga dapat menjadi konsep yang baik untuk sebuah trik marketing dalam berbisnis.</p>
<p>Merubah rasa percaya seseorang, merubah sudut pandang seseorang bukanlah hal yang mudah. Perlu sebuah trik, sebuah usaha dan perjuangan yang sungguh-sungguh, serta peran dari Yang Maha Kuasa karena hanya Dia-lah yang dapat membukakan hati serta pikiran manusia.</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/" title="Sabar Dan Ikhlas">Sabar Dan Ikhlas</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/" title="Sebuah Kejujuran">Sebuah Kejujuran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/" title="Quote: If Life is Water">Quote: If Life is Water</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/11/quote-a-chance-to-start/" title="Quote: A Chance To Start">Quote: A Chance To Start</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/09/server-baru-wajah-baru-semangat-baru/" title="Server Baru, Wajah Baru, Semangat Baru&#8230;">Server Baru, Wajah Baru, Semangat Baru&#8230;</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fence&#8230;</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2010/05/the-fence/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2010/05/the-fence/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 02:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[anger]]></category>
		<category><![CDATA[answer]]></category>
		<category><![CDATA[excuses]]></category>
		<category><![CDATA[focus]]></category>
		<category><![CDATA[quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[the fence]]></category>
		<category><![CDATA[william arthur]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prapanca.net/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[There once was a little boy who had a bad temper. His father gave him a bag of nails and told him that every time he lost his temper, he must hammer a nail into the back of the fence. The first day the boy had driven 37 nails into the fence. Over the next [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>There once was a little boy who had a bad temper.</p>
<p>His father gave him a bag of nails and told him that every time he lost his temper, he must hammer a nail into the back of the fence.</p>
<p>The first day the boy had driven 37 nails into the fence. Over the next few weeks, as he learned to control his anger, the number of nails hammered daily gradually dwindled down.</p>
<p><span id="more-866"></span>He discovered it was easier to hold his temper than to drive those nails into the fence.</p>
<p>Finally the day came when the boy didn&#8217;t lose his temper at all. He told his father about it and the father suggested that the boy now pull out one nail for each day that he was able to hold his temper.</p>
<p>The days passed and the young boy was finally able to tell his father that all the nails were gone. The father took his son by the hand and led him to the fence.</p>
<p>He said, &#8220;You have done well, my son, but look at the holes in the fence. The fence will never be the same. When you say things in anger, they leave a scar just like this one. You can put a knife in a man and draw it out. It won&#8217;t matter how many times you say I&#8217;m sorry, the wound is still there. A verbal wound is as bad as a physical one.&#8221;</p>
<p>As William Arthur Ward once said, <strong>&#8220;It is wise to direct your anger towards problems &#8211; not people; to focus your energies on answers &#8211; not excuses.&#8221;</strong></p>
<p><em>- By Author Unknown</em></p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/04/kesalahan-adalah-pelajaran/" title="Kesalahan Adalah Pelajaran">Kesalahan Adalah Pelajaran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/04/teori-relativitas-itu/" title="Teori Relativitas Itu&#8230;">Teori Relativitas Itu&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/04/truth-of-life/" title="TRUTH OF LIFE">TRUTH OF LIFE</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/02/quotes-successful-and-failure/" title="Successful And Failure">Successful And Failure</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2010/05/the-fence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Adalah Pelajaran</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2010/04/kesalahan-adalah-pelajaran/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2010/04/kesalahan-adalah-pelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 04:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prapanca.net/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Kesalahan adalah pelajaran yang seharusnya membuat manusia menjadi lebih bijaksana. Ketika kita melakukan kesalahan, jangan pernah terlalu hanyut memandang kebelakang memikirkan kesalahan itu. Ambil pelajaran darinya lalu majulah kedepan. Kita tahu bahwa masa lalu tidak dapat kita ubah, tetapi bagaimana kita akan membentuk masa depan kita, kesempatan itu masih ada pada genggaman kita. Think twice, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesalahan adalah pelajaran yang seharusnya membuat manusia menjadi lebih bijaksana.</p>
<p>Ketika kita melakukan kesalahan, jangan pernah terlalu hanyut memandang kebelakang memikirkan kesalahan itu. Ambil pelajaran darinya lalu majulah kedepan.</p>
<p>Kita tahu bahwa masa lalu tidak dapat kita ubah, tetapi bagaimana kita akan membentuk masa depan kita, kesempatan itu masih ada pada genggaman kita.</p>
<p><em>Think twice, act wise&#8230;</em></p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/05/the-fence/" title="The Fence&#8230;">The Fence&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/" title="Sabar Dan Ikhlas">Sabar Dan Ikhlas</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/" title="Sebuah Kejujuran">Sebuah Kejujuran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/quote-two-hearts-to-love/" title="Quote: Two Hearts To Love">Quote: Two Hearts To Love</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2010/04/kesalahan-adalah-pelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar Dan Ikhlas</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 11:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/03/25/sabar-dan-ikhlas/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca tulisan dari LatQueire tentang &#8216;Ilmu Hidup&#8217; saya jadi teringat postingan saya tentang &#8216;sabar dan ikhlas&#8217; di blog saya yang hilang dulu. Membuat saya ingin menulis lagi mengenai sabar dan ikhlas di blog ini. Sabar dan ikhlas, definisi mengenai sabar maupun ikhlas ini sebenarnya bisa kita dapatkan dari berbagai macam buku/literatur terutama yang menyangkut keyakinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca tulisan dari <a href="http://www.latqueire.info/blog/?p=133" target="_blank">LatQueire tentang &#8216;Ilmu Hidup&#8217;</a> saya jadi teringat <em>postingan</em> saya tentang &#8216;sabar dan ikhlas&#8217; <a href="http://www.prapanca.net/index.php/2007/10/31/my-blog-goes-bubye/" target="_blank">di blog saya yang <span style="text-decoration: line-through;">hilang</span> dulu</a>. Membuat saya ingin menulis lagi mengenai sabar dan ikhlas di blog ini.</p>
<p><span id="more-89"></span>Sabar dan ikhlas, definisi mengenai sabar maupun ikhlas ini sebenarnya bisa kita dapatkan dari berbagai macam buku/literatur terutama yang menyangkut keyakinan beragama atau pada ceramah-ceramah keagamaan.</p>
<p>Apa yang terjadi saat ini adalah orang-orang sering berkata &#8216;bersabar lah&#8217; saat kita mengalami kekalahan atau belum menerima sesuatu yang kita dambakan atau saat kita menunggu sesuatu. Orang-orang juga sering mengatakan &#8216;bersabar lah&#8217; bila kita tertimpa musibah atau bila kita sedang dalam kesulitan atau kesedihan bahkan saat kita dalam kondisi teraniaya. Seakan-akan mengharuskan kita untuk menerima keadaan.</p>
<p>Btw, mungkin saya juga termasuk orang yang bingung &#8216;menterjemahkan&#8217; sabar dan ikhlas ini :D</p>
<p>Apakah sabar itu berarti diam dan menerima?</p>
<p><!--more-->Pada bulan Ramadhan tahun lalu saya mendengar sebuah cerita mengenai sabar.</p>
<blockquote><p><em>Diceritakan pada sebuah kampung tengah berkumpul pak Haji dan beberapa warga yang sedang berbincang sambil menunggu waktu berbuka puasa dikediaman pak Haji. </em></p>
<p><em>Biasanya saat menjelang magrib, Fatimah, anak pak Haji selalu menyiapkan minuman entah itu air putih, teh, atau kolak dan makanan kecil untuk berbuka. Hari ini, saat waktu adzan buka puasa semakin dekat, Fatimah belum menunjukan batang hidungnya.</em></p>
<p><em>Bertanyalah salah satu warga, &#8220;Pak Haji, kemane si Fatime, udah mau buka belum ade aer? Biasanye udah siap buat tajil nih.&#8221;</em></p>
<p><em>Lalu seorang warga yang tahu menjawab, &#8220;Itu tadi anak pak Haji lagi ke warung beli kolak buat tajil.&#8221;</em></p>
<p><em>Lalu berkatalah warga yang bertanya tadi, &#8220;Ooo&#8230; ya sabar dah, nunggu, kan bulan puasa kudu banyak sabar.&#8221;</em></p>
<p><em>Mendengar perkataan warga tersebut pak Haji pun berkata, &#8220;Menunggu itu bukan &#8216;sabar&#8217; namanya&#8230; Ini sudah hampir waktu berbuka, Fatimah belum juga tiba&#8230; mungkin ada kesulitan di perjalanan. Coba kamu susul dan bantu dia! itu baru &#8216;sabar&#8217; namanya.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Mendengar cerita tersebut saya pun tertegun&#8230; Apa sebenarnya sabar itu?</p>
<p>Yang saya pahami, sabar itu adalah tetap bertindak tetapi bertidak dengan ketenangan pikiran dan hati, tanpa rasa sedih, amarah atau nafsu. Yang salah tetap harus dibenarkan dan yang benar tetap harus dipertahankan.</p>
<p>Ikhlas, seperti halnya sabar, banyak sekali orang yang sedang dirundung duka karena musibah mungkin karena kehilangan sesuatu atau ditinggalkan oleh orang yang dicintai atau mengalami kondisi yang kita tidak inginkan mengucapkan kata &#8216;saya ikhlas dalam menerima cobaan (musibah) ini&#8217; tetapi tetap menangis dan tetap bersedih. Satu hal yang lain, saat kita memberikan sesuatu kepada orang lain baik dalam kondisi terpaksa maupun tidak, sering kali kita mengaku kita ikhlas memberi.</p>
<p>Seperti apa ikhlas itu sebenarnya?</p>
<p>Saya tidak mempunyai cerita seperti cerita sabar diatas tadi. Beberapa buku mengenai kesuksesan hidup, pengembangan kepribadian dan sejenisnya, ada juga beberapa yang mengutarakan mengenai &#8216;ikhlas&#8217; ini. Tentu dengan cara peyampaian yang berbeda.</p>
<p>Dari semua yang saya ketahui, saya menangkap bahwa ikhlas itu adalah sebuah perasaan &#8216;nyaman&#8217; saat kita menerima atau memberi atau melakukan sesuatu. Ada kecenderungan sesuatu yang membuat hati kita &#8216;bahagia&#8217;.</p>
<p>Bila seperti itu, bagaimana dengan ikhlas menerima musibah?</p>
<p>Pikiranlah yang bermain dengan sudut pandang terhadap musibah tersebut. Bila hati ini masih diliputi rasa sedih terhadap musibah seakan-akan di lubuk hati yang paling dalam masih belum dapat menerimanya walau dibibir terucap kata ikhlas itu adalah palsu.</p>
<p>Bila dari kejadian itu semua dapat menjadikan hati kita &#8216;nyaman&#8217; menerima, terhadap musibah dan tentu saja terhadap hikmah yang ada, saya berfikir itulah sebuah keikhlasan. Perasaan menerima dan memberi yang tulus, yang bahkan dapat membuat kita tersenyum saat mengingatnya.</p>
<p>Sulit?</p>
<p>Saya sendiri tidak pernah menganggap itu hal yang mudah.</p>
<p>Btw, saat kita berniat untuk shalat atau beribadahpun kurang lebih selalu dimulai dengan kalimat &#8220;Saya niat dengan ikhlas&#8230;.&#8221; bukan? :)</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/" title="Sebuah Kejujuran">Sebuah Kejujuran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/" title="Quote: If Life is Water">Quote: If Life is Water</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/11/quote-a-chance-to-start/" title="Quote: A Chance To Start">Quote: A Chance To Start</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-ramadhan-bagi-anak/" title="Puasa Ramadhan Bagi Anak">Puasa Ramadhan Bagi Anak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 04:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/03/07/sebuah-kejujuran/</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang bapak yang meminta anaknya untuk menunggui mobil yang sedang dalam perbaikan/perawatan rutin di bengkel. Sang bapak berpesan agar sang anak menjemputnya di kantor setelah mobil selesai. Biasanya memang baru selesai sore hari seiring dengan waktu pulang kantor. Ternyata pada hari tersebut bengkel mobil sedang tidak banyak pengunjung. Walhasil setelah makan siang mobilpun sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color: #993300;">Ada seorang bapak yang meminta anaknya untuk menunggui mobil yang sedang dalam perbaikan/perawatan rutin di bengkel. Sang bapak berpesan agar sang anak menjemputnya di kantor setelah mobil selesai. Biasanya memang baru selesai sore hari seiring dengan waktu pulang kantor.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color: #993300;"><span id="more-78"></span>Ternyata pada hari tersebut bengkel mobil sedang tidak banyak pengunjung. Walhasil setelah makan siang mobilpun sudah siap untuk dibawa pulang. Sang anak berpikir, lebih baik dia mampir ke tempat teman-temannya sementara menunggu waktu pulang kantor sang bapak. </span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color: #993300;">Tak terasa waktu berlalu dan karena keasyikan berbincang dan bersenda gurau dengan teman-temannya sang anak lupa harus menjemput bapaknya.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color: #993300;">Beberapa saat berlalu, matahari sudah mulai terbenam. Dengan terburu-buru sang anak melaju ke arah kantor. Di hatinya dia menyesali, kenapa dia bisa sampai lupa waktu dan akhirnya terlambat menjemput sang bapak. Di benaknya tergambar sang bapak akan marah karena kejadian ini, apalagi bila tahu alasan keterlambatan ini.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><!--more--><span style="color: #993300;">Sesampai di kantor, sang anak mendapatkan sang bapak sedang berdiri menunggu seorang diri diluar kantor yang telah terkunci. </span></p>
<p><span style="color: #993300;">Dengan perasaan tidak enak sang anak mendekati bapaknya, lalu sang bapak bertanya, &#8220;Dari mana kamu nak? kok terlambat jemput bapak?&#8221;</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Dengan mencoba memasang muka lelah sang anak menjawab, &#8220;Itu pak, mmm&#8230; baru beres barusan mobilnya&#8230; perbaikannya lama tadi&#8230;&#8221;. Sang anak mencoba mencari-cari alasan agar sang bapak tidak marah.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Mendengar jawaban sang anak, muka sang bapak mendadak diliputi kesedihan dan tidak disadari menetes air dari kedua matanya. Lalu berkatalah sang bapak, &#8220;pulang lah kamu, biar bapak pulang berjalan kaki,&#8221; sambil melangkah pergi meninggalkan sang anak.<br />
</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Terkejut melihat reaksi dan mendengar kata-kata sang bapak, sang anakpun panik membujuk sang bapak agar pulang dengan mengendarai mobil, apalagi hari sudah mulai gelap dan rumah pun masih berkilo-kilo jaraknya. </span></p>
<p><span style="color: #993300;">&#8220;Bapak kenapa sih? Ayo pulang bareng-bareng pak,&#8221; bujuk sang anak.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">&#8220;Kenapa kamu harus berbohong?&#8221; jawab singkat sang bapak.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Pertanyaan sang bapak membuat sang anak tertegun. Rupanya sebelum pulang kantor sang ayah sempat menelepon bengkel untuk menanyakan kondisi mobilnya. </span></p>
<p><span style="color: #993300;">Pertanyaan itu terus mengisi benak sang anak sementara dia mengendarai mobil perlahan dibelakang sang bapak yang sedang berjalan kaki menuju rumah. Sang anak tidak berani mendahului meninggalkan sang ayah. </span></p>
<p><span style="color: #993300;">Dibalik kemudi mobil yang juga lampu-lampunya menerangi jalan sang bapak didepannya, sang anak kembali membujuk, &#8220;Pak, maafkan saya. Ayo masuk ke mobil. Kenapa bapak seperti ini sih?&#8221;</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Sang bapak menjawab, &#8220;Biarkan bapak jalan, agar punya banyak waktu untuk berpikir. Untuk masalah yang kecil seperti ini kamu sudah berbohong&#8230; Apa yang salah bapak ajarkan dan mendidik kamu nak&#8230; Bapak telah gagal&#8230; Kebohongan sudah tertanam di dirimu&#8230; Ya Tuhan, maafkan aku&#8230;&#8221;</span></p></blockquote>
<p>Cerita diatas sebenarnya hanya rekaan dari ingatan lama di otak ini terhadap cerita yang sesungguhnya, yang waktu itu saya dengar dari sebuah siaran radio dan pengakuan naratornya cerita itu merupakan kisah nyata.</p>
<p>Sebuah kejujuran, mudah mudahan bukan menjadi sebuah barang yang langka pada zaman sekarang ini. Setidaknya untuk permulaan, cobalah selalu belajar untuk jujur terhadap diri sendiri.</p>
<p>Memang tidak mudah untuk selalu menjaga kejujuran, dan lebih sulit lagi untuk memahami kapan kejujuran itu harus ada dan kapan tidak.</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/" title="Sabar Dan Ikhlas">Sabar Dan Ikhlas</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/" title="Quote: If Life is Water">Quote: If Life is Water</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/11/quote-a-chance-to-start/" title="Quote: A Chance To Start">Quote: A Chance To Start</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/quote-two-hearts-to-love/" title="Quote: Two Hearts To Love">Quote: Two Hearts To Love</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quote: Two Hearts To Love</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/02/quote-two-hearts-to-love/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/02/quote-two-hearts-to-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 23:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[hearts]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/02/14/quote-two-hearts-to-love/</guid>
		<description><![CDATA[click to enlarge God gave you 2 lags to walk 2 hands to hold 2 ears to hear 2 eyes to see But why did he gave you only 1 heart? Because He gave the other one to someone fo you to find&#8230; Related ArticlesPeople Believe What They Want To BelieveSabar Dan IkhlasSebuah KejujuranQuote: If [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Two Hearts To Love" rel="lightbox"><img title="Two Hearts To Love" src="http://farm3.static.flickr.com/2331/2262697956_55012b6a57.jpg" alt="" width="350" height="250" /></a><br />
<em>click to enlarge</em></p>
<p><em>God gave you</em></p>
<p><em>2 lags to walk</em></p>
<p><em>2 hands to hold</em></p>
<p><em>2 ears to hear</em></p>
<p><em>2 eyes to see</em></p>
<p><em>But why did he gave you only 1 heart?</em></p>
<p><em>Because He gave the other one to someone fo you to find&#8230;</em></p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/" title="Sabar Dan Ikhlas">Sabar Dan Ikhlas</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/" title="Sebuah Kejujuran">Sebuah Kejujuran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/" title="Quote: If Life is Water">Quote: If Life is Water</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/bila-waktu-tlah-memanggil/" title="Bila Waktu T&#8217;lah Memanggil">Bila Waktu T&#8217;lah Memanggil</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/02/quote-two-hearts-to-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2008, Is This The Year?</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/01/2008-is-this-the-year/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/01/2008-is-this-the-year/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 23:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/01/01/2008-is-this-the-year/</guid>
		<description><![CDATA[Apa istimewanya tanggal 1 Januari? Hanya berganti hari seperti biasanya dari tanggal 31 ke tanggal 1, dari hari Senin ke hari Selasa, tidak ada yang istimewa. Lalu apa yang dirayakan oleh mereka? Ada yang berpesta, makan-makan, tiup terompet, minum-minum, dugem. Ada juga yang menyendiri, diam merenung di rumah, berdo&#8217;a, atau berkumpul dengan keluarga. Bagi banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa istimewanya tanggal 1 Januari? Hanya berganti hari seperti biasanya dari tanggal 31 ke tanggal 1, dari hari Senin ke hari Selasa, tidak ada yang istimewa.</p>
<p>Lalu apa yang dirayakan oleh mereka? Ada yang berpesta, makan-makan, tiup terompet, minum-minum, dugem. Ada juga yang menyendiri, diam merenung di rumah, berdo&#8217;a, atau berkumpul dengan keluarga.</p>
<p><span id="more-45"></span>Bagi banyak orang tanggal tersebut merupakan <em>milestone</em> dari hidup mereka, juga titik dimana mereka mengatur rencana-rencana dan tujuan dalam menghadapi tahun yang baru.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2396/2146987741_381eb5b093_o.jpg" alt="" width="425" height="393" /></p>
<p><span style="font-size: large;"><strong>&#8220;Selamat Tahun Baru 2008&#8243;</strong></span></p>
<p>Semoga semua lebih baik di tahun ini&#8230;</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/bon-voyage-2007/" title="Bon Voyage 2007">Bon Voyage 2007</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/tahun-baru-dimana/" title="Tahun Baru Dimana?">Tahun Baru Dimana?</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/i-am-nobody-who-are-you/" title="I Am Nobody. Who Are You?">I Am Nobody. Who Are You?</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/11/kangen-itu/" title="Kangen itu&#8230;">Kangen itu&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-puasa-mari-kita-puasa/" title="Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;">Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/01/2008-is-this-the-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quote: If Life is Water</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 13:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[watter]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2007/12/21/quote-if-life-is-water/</guid>
		<description><![CDATA[Related ArticlesPeople Believe What They Want To BelieveSabar Dan IkhlasSebuah KejujuranQuote: A Chance To StartQuote: Two Hearts To Love]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2019/2126951538_b4895f859e_o.jpg" alt="" width="425" height="625" /></p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/" title="Sabar Dan Ikhlas">Sabar Dan Ikhlas</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/" title="Sebuah Kejujuran">Sebuah Kejujuran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/11/quote-a-chance-to-start/" title="Quote: A Chance To Start">Quote: A Chance To Start</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/quote-two-hearts-to-love/" title="Quote: Two Hearts To Love">Quote: Two Hearts To Love</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila Waktu T&#8217;lah Memanggil</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2007/12/bila-waktu-tlah-memanggil/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2007/12/bila-waktu-tlah-memanggil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 04:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2007/12/06/bila-waktu-tlah-memanggil/</guid>
		<description><![CDATA[Walau kita hidup di dunia ini tidak sendirian, tapi apa kita menyadari bahwa sesungguhnya kita itu hidup &#8216;sendiri&#8217;? Terkadang kita sebagai manusia tidak menyadari betapa berartinya kehidupan ini. Betapa berartinya orang-orang dan segala sesuatu yang ada disekeliling kita. Disaat semuanya hilang, disaat itu juga kita baru sadar betapa sesungguhnya itu sangat berharga. Kita tidak mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau kita hidup di dunia ini tidak sendirian, tapi apa kita menyadari bahwa sesungguhnya kita itu hidup &#8216;sendiri&#8217;?</p>
<p>Terkadang kita sebagai manusia tidak menyadari betapa berartinya kehidupan ini. Betapa berartinya orang-orang dan segala sesuatu yang ada disekeliling kita. Disaat semuanya hilang, disaat itu juga kita baru sadar betapa sesungguhnya itu sangat berharga. Kita tidak mungkin akan mengulang itu semua.</p>
<p><span id="more-26"></span>Usia, kepandaian, ingatan, kesehatan, orang yang kita cintai, orang-orang yang kita sayangi, orang-orang yang menyayangi kita, harta, semua akan hilang satu persatu. Dan pada akhirnya kita pun akan kembali kepada-Nya&#8230;. seorang diri.</p>
<p>Kita tidak akan tahu apa dan kapan itu semua akan terjadi.</p>
<blockquote><p>Bagaimana kau merasa bangga<br />
Akan dunia yang sementara<br />
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi<br />
Meninggalkan dirimu</p>
<p>Bagaimanakah bila saatnya<br />
Waktu terhenti tak kau sadari<br />
Masihkah ada jalan bagimu untuk kembali<br />
Mengulang ke masa lalu</p>
<p>Dunia dipenuhi dengan hiasan<br />
Semua dan sgala yang ada akan<br />
Kembali pada-Nya</p>
<p>Bila waktu tlah memanggil<br />
Teman sejati hanyalah amal<br />
Bila waktu telah terhenti<br />
Teman sejati tingallah sepi</p>
<p><span style="color: #999999; font-size: xx-small;"><em>*</em><em>&#8220;Bila waktu t&#8217;lah memanggil&#8221; &#8211; Opick</em></span></p></blockquote>
<p><em>Love is not a weakness of humans heart. The greatest weakness of most humans is their hesitancy to tell others, how much they love them while they&#8217;re alive&#8230;</em></p>
<p><span style="color: #999999; font-size: xx-small;"><em>*untuk seorang kawan yang baru saja kehilangan adik satu-satunya*</em> </span></p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/10/people-believe-what-they-want-to-believe/" title="People Believe What They Want To Believe">People Believe What They Want To Believe</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/" title="Sabar Dan Ikhlas">Sabar Dan Ikhlas</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/" title="Sebuah Kejujuran">Sebuah Kejujuran</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/quote-two-hearts-to-love/" title="Quote: Two Hearts To Love">Quote: Two Hearts To Love</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2007/12/quote-if-life-is-water/" title="Quote: If Life is Water">Quote: If Life is Water</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2007/12/bila-waktu-tlah-memanggil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

