<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prapanca &#187; Work</title>
	<atom:link href="http://www.prapanca.net/tag/work/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.prapanca.net</link>
	<description>ideas, thoughts &#38; notes</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Marketing &amp; Sales</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/10/marketing-sales/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/10/marketing-sales/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 05:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prapanca.net/blog/2008/10/23/marketing-sales/</guid>
		<description><![CDATA[Marketing &#38; Sales, memang banyak perusahaan yang seringkali salah kaprah mengenai pengertian Marketing dan Sales. Yang tentu saja dalam kenyataan pelaksanaannya pun salah. Karena penasaran, saya mencoba blogwalking dan ternyata menemukan tulisan-tulisan yang menarik mengenai Marketing dan Sales ini. Mungkin akan panjang sekali bila diuraikan apa sebenernya pengertian Marketing dan apakah itu Sales. Sebuah kalimat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marketing &amp; Sales, memang banyak perusahaan yang seringkali salah kaprah mengenai pengertian Marketing dan Sales. Yang tentu saja dalam kenyataan pelaksanaannya pun salah.</p>
<p>Karena penasaran, saya mencoba <em>blogwalking</em> dan ternyata menemukan tulisan-tulisan yang menarik mengenai Marketing dan Sales ini. Mungkin akan panjang sekali bila diuraikan apa sebenernya pengertian Marketing dan apakah itu Sales.</p>
<p>Sebuah kalimat yang menurut saya dapat mewakili adalah <em>Marketing is targetting customer’s mind and Sales is targetting customer’s wallet</em>&#8230; Walaupun tujuan akhirnya sama, apakah itu? Uang?&#8230; Biar lebih sopan, tujuan akhirnya adalah meningkatkan penjualan ;)</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/06/bersyukur-dan-tersenyumlah/" title="Bersyukur dan Tersenyumlah&#8230;">Bersyukur dan Tersenyumlah&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/demo-buruh/" title="Demo Buruh">Demo Buruh</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/resign/" title="Resign">Resign</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/" title="Imlek &amp; Meja Kerja">Imlek &amp; Meja Kerja</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/" title="Operator Jahit Pria">Operator Jahit Pria</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/10/marketing-sales/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukur dan Tersenyumlah&#8230;</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/06/bersyukur-dan-tersenyumlah/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/06/bersyukur-dan-tersenyumlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 09:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prapanca.net/blog/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Apakah yang biasa kita lakukan saat pertamakali membuka mata di pagi hari? Apakah bersyukur? Sering kali kita lupa akan hal tersebut bukan? Bersyukurlah kita masih bernafas. Bersyukurlah kita masih bisa melihat, mendengar, menyapa atau memberi sesuatu kepada orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu di dunia ini. Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah yang biasa kita lakukan saat pertamakali membuka mata di pagi hari?</p>
<p>Apakah bersyukur? Sering kali kita lupa akan hal tersebut bukan?</p>
<p><span id="more-122"></span>Bersyukurlah kita masih bernafas. Bersyukurlah kita masih bisa melihat, mendengar, menyapa atau memberi sesuatu kepada orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu di dunia ini.</p>
<p>Setelah mandi tadi pagi, saat berkaca, terlintas pikiran-pikiran tadi malam akan beban hidup yang dihadapi, pekerjaan, keuangan, keperluan keluarga, dan hal-hal lain yang bikin sumpek otak. Terbesit dalam benak&#8230; Apakah hidup ini begitu sulit? Apakah saya ini makhluk yang tidak beruntung?</p>
<p>Tiba-tiba raut muka dalam cermin yang dipakai berkaca itu tersenyum. Semakin saya perhatikan semakin pula makhluk dalam cermin itu tersenyum. Entah kenapa pula perasaan hati ini mulai terasa enteng. Pikiran-pikiran suram tadi mulai lenyap dan berganti dengan suara canda tawa anak-anak, bayangan orang-orang yang saya sayangi, teman-teman dan orang-orang yang pernah dan masih ada dalam kehidupan saya. Terasa ringan. Ingin rasanya menyapa seluruh dunia (hmm kudu cari koneksi internet ini, tapi lagi fakir <em>bandwidth</em> nih, ke kantor apa kemana yah?).</p>
<p><!--more-->Mungkin ini keajaiban dari sebuah senyuman.</p>
<p>Makhluk gila dalam cermin itu membuat saya merasa bersyukur. Besyukur masih dapat merasakan susah dan senang dalam hidup ini.</p>
<p>Tiba-tiba hape berdering, sebuah sms mampir pagi-pagi. Ternyata dari seorang client yang katanya telah mengirim email dan urgently needed attention (ceritanya sih begitu bunyi smsnya). Sepertinya harus ke kantor nih. Hmm&#8230; setelah sejenak bersenda gurau dengan anak-anak akhirya saya memutuskan untuk pergi ke warnet sekitar rumah saja. Soalnya tengah hari nanti ada tamu mau ke rumah dan setelah itu anak-anak MWI semarang mau pada ngumpul, agak-agak malas juga kalau harus bulak-balik.</p>
<p>Setelah beres-beres kerjaan dari warnet lalu kembali ke rumah. Setiba dirumah, saya mendapatkan pintu gerbang terbuka lebar. Tumben, gak biasanya. Saya mendapatkan laki-laki tua sedang mencabuti rumput di areal carport dan taman depan dan tersenyum-senyum melihat kedatangan saya. Tentu saja membuat saya membalas tersenyum dan juga bingung.</p>
<p>Lalu saya bertanya kepada orang rumah tentang orang tua tadi. Orang tua tadi semula menajajakan barang-barang dagangan (seperti kain) tetapi setelah ibu tidak berminat membeli satupun, orang tua tersebut memelas menanyakan apakah ada sesuatu yang bisa dia kerjaan. Awalnya ibu hanya ingin memberikan uang saja sebagai rasa kasihan tetapi hal tersebut ditakutkan akan membuat orang tua tersebut tersinggung. Akhir diberikan saja kerjaan bersih-bersih taman. Ibu pun membawa minuman dan makan kecil buat orang tua tersebut, katanya orang tua tersebut datang dari daerah Gunung Pati&#8230; Waduh, Gunung Pati dan lokasi rumah saya itu bukan jarak yang dekat. bagaimana orang tua ini bisa nyasar ke sini yang jelas-jelas tidak membawa kendaraan.</p>
<p>Setelah <em>brunch</em> kilat (baca: sarapan+makan siang), sambil kembali membuka laptop di meja kerja yang kebetulan di depan jendela yang mengarah ke halaman, kembali tampak terlihat orang tua tersebut asyik mengerjakan pekerjaannya sambil sesekali tersenyum sendiri dan menyeka peluh dikeningnya. Ah, orang tua yang jika melihat kondisi beliau ini seharusnya sudah hidup tenang dirumah, beribadah, menikmati hari tua tanpa harus disibukan dengan urusan mencari uang dan menanggung beban hidup.</p>
<p>Sejenak mencoba merasakan bila saya dan orang tua tersebut bertukar tempat. Apa mungkin saya patut bersyukur?</p>
<p>Lamunan saya terhenti kala orang tua tersebut menyapa, meminta ijin untuk istirahat sejenak dan melakukan sholat di mesjid di dekat rumah. Hmmm&#8230; mungkin dimata Tuhan, orang tua itu sudah memiliki kapling yang sangat mulia, yang 100% terbalik dari keadaan dia di dunia saat dia hidup ini.</p>
<p>Tidak lama telepon berdering , tamu yang semula akan datang siang hari ini ternyata baru bisa datang sore hari karena sesuatu hal. Ya sudah, akhirnya saya memutuskan untuk langsung menuju lokasi <em>gathering </em>anak-anak MWI.</p>
<p>Menawarkan istri untuk ikut serta ke tempat <em>gathering</em> (yang kebetulan di Mall) tetapi ternyata tidak mau, takut ribet katanya. Haiiyaahh&#8230; <em>As usual</em>&#8230;</p>
<p>Ya wess, <em>all by my self</em> deh&#8230; Halah.</p>
<p>Sampai di TKP belum tampak satupun makhluk yang rencananya mau berkumpul. Ya sudah, nongkrong di J.Co, buka laptop meneruskan kerjaan (sayang nih belum ada hotspot) sambil cuci mata :D</p>
<p>20 menit berlalu, belum ada satupun makhluk-makhluk ajaib datang. Tiba-tiba masuk SMS, ternyata pesan dari Pakde yang menginformasikan kalau beliau harus di kantor dulu karena koneksi Internet lagi <em>trouble</em> dari pagi. Walah walah&#8230; Untung juga tadi pagi tidak memaksa ke kantor. Saya membalas, santai aja boss disini juga belum ada makhluk yang datang. Kalau 1 jam lagi tidak ada juga nanti saya mampir ke kantor.</p>
<p>Sambil menikmati Ice Cappuccino + Glazzy + Alcapone, waktu terus berlalu, belum ada juga yang tampak batang hidungnya. Sejenak terpikir, coba tadi bunda dan anak-anak pada mau ikut, pasti seru bisa jalan-jalan bareng. Ya <em>but not bad</em> juga deh <em>refreshing</em> sendirian nongkrong di J.Co :D</p>
<p>Kembali SMS masuk dari Pakde. Aku jane pengen donatnya. Beliin satu lusin&#8230; Halah halah&#8230;.</p>
<p>Ya wess&#8230; 1 jam berlalu, beres-beres, beli pesanan Pakde lalu berangkat menuju kantor.</p>
<p>Ah, koneksi internet di kantor ternyata sudah pulih. Akhirnya iseng mengisi waktu menulis tulisan ini sebelum kembali ke rumah menunggu tamu yang janji datang dan siap-siap nonton moto GP :D</p>
<p>Jangan terlalu serius baca ceritanya yah&#8230; Hidup ini pernuh warna, jangan hanya dibuat hitam putih&#8230; Kalo weekend gak tahu mau kemana, ya silahkan baca-baca blog ini&#8230; Halah halah&#8230;. Have a nice weekend everyone ;)</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/10/marketing-sales/" title="Marketing &amp; Sales">Marketing &amp; Sales</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/demo-buruh/" title="Demo Buruh">Demo Buruh</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/resign/" title="Resign">Resign</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/" title="Imlek &amp; Meja Kerja">Imlek &amp; Meja Kerja</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/" title="Operator Jahit Pria">Operator Jahit Pria</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/06/bersyukur-dan-tersenyumlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demo Buruh</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/04/demo-buruh/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/04/demo-buruh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 00:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini sebenarnya adalah saat-saat &#8216;menghitung hari&#8217; setelah saya memutuskan untuk resign dari penjara perusahaan tempat saya bekerja ini. Tetapi, ada kejadian cukup seru dalam waktu penantian ini. Demo Buruh! Tenang, ini bukan dan tidak terjadi di tempat saya bekerja, tetapi di pabrik sebelah, pabrik lain yang masih satu group (satu kepemilikan) dengan perusahaan tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu ini sebenarnya adalah saat-saat &#8216;menghitung hari&#8217; setelah saya <a href="http://www.prapanca.net/index.php/2008/04/07/resign/" target="_blank">memutuskan untuk resign</a> dari <span style="text-decoration: line-through;">penjara</span> perusahaan tempat saya bekerja ini.</p>
<p>Tetapi, ada kejadian cukup seru dalam waktu penantian ini. Demo Buruh!</p>
<p><span id="more-108"></span>Tenang, ini bukan dan tidak terjadi di tempat saya bekerja, tetapi di pabrik sebelah, pabrik lain yang masih satu group (satu kepemilikan) dengan perusahaan tempat saya bekerja.</p>
<p>Berita terkait: <a href="http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&amp;id_news=4575" target="_blank">Ratusan Buruh PT Anggun Demo ke Disnakertrans</a></p>
<p>Ya inilah buah dari hasil keputus-keputusan yang salah dalam membuat aturan dan me-manage para karyawan.</p>
<p>Hehehehe, saya cuma bisa bilang &#8216;makanya dengerin dong kalau saya kasih saran, usul dan solusi&#8217; :D</p>
<p>Sebenarnya panjang ceritanya bila harus dijelaskan satu pers atu tapi ada beberapa poin yang ingin saya bagi atas kejadian di pabrik tersebut sebelah, yaitu:</p>
<ol>
<ol>
<li>Ada kesalahan tuntutan yang diarahkan, yaitu untuk menurukan Manager. Ini salah alamat. Karena setahu saya beliau (manager di pabrik sebelah) bukanlah orang yang membuat dan mensahkan keputusan-keputusan yang dikeluarkan perusahaan. Dan sebenarnya banyak usulan-usulan dan rencana yang benar dan sangat bagus yang beliau utarakan tetapi itu semua dimatikan dengan pikiran-pikiran konvensional para pemimpin/pemilik perusahaan yang selalu mempertimbangkan keuntungan (tapi dalam cara yang salah) dan dengan dalih mereka sudah lebih pengalaman atau dengan alasan bahwa di negaranya atau dipabrik lain juga sama.</li>
</ol>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<ol>
<li>Peraturan itu bukan untuk dilanggar tetapi untuk ditaati (dengan sedikit mensiasati hehehehe). Apapun yang kita lakukan jangan pernah sampai berbenturan dengan Undang-Undang ataupun Peraturan.</li>
</ol>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<ol>
<li>Buruh juga manusia. Khususnya di lingkungan saya bekerja ini, permintaan mereka sangat sederhana, yaitu upah yang pantas atas jerih payah mereka. Itu adalah petunjuk yang sangat penting.</li>
</ol>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<ol>
<li>Hati-hati terhadap kepemimpinan atau managemen ala <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sweatshop" target="_blank"><em>Sweatshop</em></a>. Jujur saja, saya membaca adanya indikasi investor asing akan kembali mengarahkan industri garmen di Indonesia ke arah sana dimana dulu <em>Sweatshop</em> ini mereka jalankan di negaranya. Yup, perbudakan gaya baru dimana peraturan perusahaan yang nyeleneh (pelanggaran-pelanggaran peraturan pemerintah dan undang-undang) dan peraturan-peraturan tidak tertulis dalam pelaksanaan produksi yang menindas menjadi alatnya.</li>
</ol>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<ol>
<li>Serikat buruh. Usahakan karyawan tidak terkontaminasi oleh serikat buruh. Solusi terbaik yaitu menjalankan LKS Bipartiet yang disarankan pemerintah (Disnakertrans), intinya forum komunikasi antara pekerja dan perusahaan tanpa campurtangan pihak lain dan tetap terawasi oleh Disnakertrans.</li>
</ol>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Terakhir, sebenarnya kasus yang terjadi itu bermuara pada satu orang. Tapi saya tidak akan membuka itu disini. Intinya yang pertama adalah jangan menjadi orang yang <em>narrow minded</em> dan selalu berpikir negatif dahulu akan sesuatu hal (baca: sesuatu yang tidak sesuai dengan keiinginan). Kedua, efisiensi atau penghematan dan juga profit tentu menjadi bagian yang harus dicapai tetapi bukan dalam artian menghalalkan segala cara sampai-sampai manusia itu dianggap tidak bernilai. Dan ketiga, ada sebuah <span style="text-decoration: line-through;">sifat manusia</span> kalimat<em>&#8220;your mouth is faster than your brain&#8221;</em>, ini sangat berbahaya dalam managemen apalagi bila anda sebagai seorang pemimpin.</li>
</ol>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/10/marketing-sales/" title="Marketing &amp; Sales">Marketing &amp; Sales</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/06/bersyukur-dan-tersenyumlah/" title="Bersyukur dan Tersenyumlah&#8230;">Bersyukur dan Tersenyumlah&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/resign/" title="Resign">Resign</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/" title="Imlek &amp; Meja Kerja">Imlek &amp; Meja Kerja</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/" title="Operator Jahit Pria">Operator Jahit Pria</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/04/demo-buruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resign</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/04/resign/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/04/resign/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 10:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[resign]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya&#8230; Resign juga jadi &#8216;sipir penjara&#8217;. Bulan ini bulan terakhir dinas di &#8216;penjara&#8217; ini. Manusia selalu dihadapi dengan persimpangan pilihan yang sering kali membuat bingung dalam menempuh hidup, jalan mana yang musti dipilih. Sempat terlintas rasa khawatir apakah jalan yang ditempuh ini salah. Mengingat sudah punya tanggung jawab sebagai seorang ayah dan suami. Tetapi kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya&#8230; <em>Resign</em> juga jadi &#8216;sipir penjara&#8217;. Bulan ini bulan terakhir dinas di &#8216;penjara&#8217; ini. Manusia selalu dihadapi dengan persimpangan pilihan yang sering kali membuat bingung dalam menempuh hidup, jalan mana yang musti dipilih.</p>
<p><span id="more-96"></span>Sempat terlintas rasa khawatir apakah jalan yang ditempuh ini salah. Mengingat sudah punya tanggung jawab sebagai seorang ayah dan suami. Tetapi kita musti yakin bukan? Yup, tentu dengan perhitungan matang walau kita pun tidak tahu apa yang bakal terjadi dan yang akan kita temui dalam perjalanan nanti.</p>
<p>Bila kita melakukan perjalanan malam dari kota Semarang ke Bandung, kita tidak musti harus tahu semua kondisi jalan ataupun kota Bandung harus jelas-jelas terlihat di depan mata agar tidak nyasar. Kendaraan yang diterangi lampu dengan daya pandang hanya 30-60 meter saja dapat membawa kita ketujuan. Asalkan kita tahu tujuan kita kemana, persiapan yang baik dan selalu perhatian terhadap tanda-tanda selama dalam perjalanan.</p>
<p>Mungkin hidup juga seperti itu. Jangan pernah membatasi diri dengan ketidaktahuan.</p>
<p>Ah, kalau dalam perjalanan biasa mungkin kita bisa cari peta untuk menemukan jalan terbaik sampai ketujuan. Tetapi adakah peta perjalanan hidup?<span style="font-family: tahoma,helvetica,sans-serif;"> <em>Life is a great journey anyway and I don&#8217;t wanna go through it following a roadmap&#8230;</em></span></p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/" title="Imlek &amp; Meja Kerja">Imlek &amp; Meja Kerja</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/" title="Operator Jahit Pria">Operator Jahit Pria</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-puasa-mari-kita-puasa/" title="Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;">Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/02/2011/" title="2011">2011</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/11/demi-waktu/" title="Demi Waktu">Demi Waktu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/04/resign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imlek &amp; Meja Kerja</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 02:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[gong xi fa coi]]></category>
		<category><![CDATA[imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[meja kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/02/07/imlek-meja-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Dibiarkan tidak terurus lebih dari satu bulan :D , sudah saatnya beres-beres. Mumpung ikutan lembur di Chinese New Year ini. GONG XI FA COI ~ I wish that you will be prosperous ~ Chinese New Year, pronounced in Chinese as &#8220;xin nian&#8221;, always falls on the date marking the beginning of Spring and thus it [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2172/2247107961_a88cf612db.jpg" alt="" width="420" /></p>
<p>Dibiarkan tidak terurus lebih dari satu bulan :D , sudah saatnya beres-beres.  Mumpung ikutan lembur di <em>Chinese New Year</em> ini.</p>
<p><span style="color: #ff0000; font-size: x-large;"><strong>GONG XI FA COI</strong></span><br />
<em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">~ I wish that you will be prosperous ~</span></em></p>
<p><span id="more-57"></span></p>
<p><em><br />
<a href="http://www.art-treasures-gallery.com/html/chinesenewyear.html" target="_blank"></a></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Chinese New Year, pronounced in Chinese as &#8220;xin nian&#8221;, always falls on the date marking the beginning of <strong>Spring</strong> and thus it is also called the &#8220;</span><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif; color: #ff0000;"><strong>Spring Festival</strong></span><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">&#8220;. &#8220;xin&#8221; means &#8220;new&#8221; and &#8220;nian&#8221; means &#8220;year&#8221;. The actual date for Chinese New Year is the second new moon after the winter solstice. </span></em><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">In 2008 (year 4706 on the Chinese calendar &#8211; Wu Zhi) Chinese New Years falls on <strong>7th February 2008</strong>. Celebrations start on the eve of the new moon and end </span><a href="javascript:openpopup_93c3('../html/15-day-cny-celebration.html')" target="_self"><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">15 days</span></a><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"> later with the full moon lantern festival.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>Chinese year name conventions</strong><br />
The Gregorian calendar was adopted by China in 1912 and is used for civil purposes. The Chinese calendar is used for determining festivals.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">The Chinese Lunar New Year is the longest chronological record in history, dating from 2600BC, when the Emperor Huang Ti introduced the first cycle of the zodiac. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Like the Western calendar, the Chinese Lunar Calendar is a yearly one, with the start of the lunar year being based on the cycles of the moon. Therefore, because of this cyclical dating, the beginning of the year can fall anywhere between late January and the middle of February. A complete cycle takes 60 years and is made up of five cycles of 12 years each.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">There are three ways to name a Chinese year:</span></em></p>
<ol>
<li><em><strong><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">By the Chinese Lunar calendar</span></strong><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">.<br />
The Chinese Lunar Calendar names each of the twelve years after an animal &#8211; the rat, ox, tiger, hare, dragon, snake, horse, ram, monkey, rooster, dog , and boar. Legend has it that the Lord Buddha summoned all the animals to come to him before he departed from earth. Only twelve came to bid him farewell and as a reward he named a year after each one in the order they arrived. The Chinese believe the animal ruling the year in which a person is born has a profound influence on personality, saying: &#8220;This is the animal that hides in your heart&#8221;.</span></em><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>2008 is the Year of the Rat</strong>.<br />
</span></em></li>
<li><em><strong><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">By its former lunisolar name.<br />
</span></strong><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Each year is given a name using a system which is at least 2,000 years old. Two series, one with ten Celestial stems (shi tiangan) and one with twelve Terrestrial branches (shier dizhi). Each year is assigned a character from each list, in order. Using this system in 60 years (60 is the least common multiple of 10 and 12), the Name of the Year will be repeated and re-cycled back to the beginning of both lists.</span></em><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>2008 is the year of Wu Zhi </strong>(celestial stem: Wu and hourly branch: Zhi). 2008 is the 9th year in the current 60-year cycle.<br />
</span></em></li>
<li><em><strong><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">By its Chinese year.<br />
</span><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">2008/2009 is year 4706 in the Chinese calendar</span></strong><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">.</span></em><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Click here for some addition information on Chinese calendars:<br />
</span><a href="http://www.sizes.com/time/cal_chinese.htm" target="_blank"><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">http://www.sizes.com/time/cal_chinese.htm</span></a><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><br />
</span><a href="http://www.chinaknowledge.de/History/calendar.html" target="_blank"><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">http://www.chinaknowledge.de/History/calendar.html</span></a><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><br />
</span><a href="http://webexhibits.org/calendars/calendar-chinese.html" target="_blank"><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">http://webexhibits.org/calendars/calendar-chinese.html</span></a><br />
</em></li>
</ol>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"> </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">The Chinese New Year festival celebrates the earth coming back to life when ploughing and sowing can begin, so food plays an important part. Much of the food consumed for the festival has symbolic meaning. For example, the names of some foods sound similar to characters with lucky connotations, while the shape or colour of other foods is symbolic of things such as happiness, prosperity and good fortune. Kumquat plants, which are popular presents, have little golden fruits, considered lucky. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>Preparations<br />
</strong>Even though the climax of the Chinese New Year, Nian, lasts only two or three days, preparations start almost a month before. Houses are thoroughly cleaned to sweep away any bad luck, debts are repaid, hair cut and new clothes bought. Doors and window frames are repainted, usually red, and then decorated with paper scrolls. At this time of cold weather, warming foods are eaten like hot rice soup containing nuts, dried lotus seeds, red beans and dried dates. Eating rice soup is also considered to be purifying the body for the New Year. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>Kitchen Gods&#8217; Day<br />
</strong>On Kitchen Gods&#8217; Day, the 24th day of the month before, it&#8217;s time to appease the kitchen gods before they head up to heaven where they report on the family&#8217;s activities. Traditions include burning images of the kitchen gods to symbolise their departure &#8211; brushing honey or sugar on to their lips before burning is meant to improve your chances of their saying sweet things about you. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>New Year&#8217;s Eve<br />
</strong>On New Year&#8217;s Eve houses are brightly lit and families gather together for a large meal. The traditional food depends on whether you&#8217;re from south China &#8211; sticky-sweet glutinous rice pudding called nian gao &#8211; or the north &#8211; steamed dumpling called jiaozi (or djiaozi). Most people stay up all night celebrating and at midnight fireworks and firecrackers are set off to frighten away evil spirits. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>New Year<br />
</strong>On the day itself, an ancient custom called Hong Bao, meaning Red Packet, takes place. Children wake up early to find the small red envelopes known as “Lai Si” or “Hong Bao” (&#8220;Lucky Money&#8221; envelope) containing sweets or money under their pillows.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Typically at Chinese New Year Lai Si is given by married couples to children and unmarried people. The red is used as the most auspicious colour, while the decoration may have a blessing or good wish. The symbolic giving of the money represents a wish for fortune and wealth in the coming year. And then the new year greetings begin: </span><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif; color: #ff0000;"><strong>Gong Xi Fa Cai </strong></span><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">- (Mandarin / Putonghua) or </span><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif; color: #ff0000;"><strong>Kung Hei Fat Choi</strong></span><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"> &#8211; (Cantonese).</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">The literal translation of “Gong Xi” is “to wish” and “Fa Cai” means “to prosper”. So “Gong Xi Fa Cai” means “I wish that you will be prosperous”.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>Lantern Festival<br />
</strong>In China today the public holiday lasts for three days, but traditionally the festivities continue until the 15th day of the lunar month when the Lantern Festival is held. Everywhere is decorated with a variety of different sized lanterns and there is music and dancing in the streets. One special feature is the dragon dance, where a huge dragon head and body, supported by a team of dancers weaves its way around the streets collecting money from houses on its route. Once again food plays its part and yuanxioa is served. This is a sweet or savoury dumpling made from glutinous rice flour that is either boiled or fried.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;"><strong>Some Chinese New Year Taboos<br />
</strong>The Chinese utilise a lot of the lucky words and signs to express their desire for good fortune and a good life. For fear their desires won&#8217;t come true there are also some taboos to be observed. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">During the New Year period, superstitious Chinese refrain from saying anything bad and prohibit quarreling. It is believed that unlucky words spoken will affect the rest of the year. For instance words that sound like unlucky or undesirable events may not be spoken during the New Year&#8217;s festival. Chinese avoid saying anything about death, losing money or becoming poor. In most Chinese dialects, the pronunciation of the word &#8220;four&#8221; has the same sound as the word &#8220;to die&#8221;. Thus four is considered an unlucky number. People avoid saying the word &#8220;four&#8221; or using things in fours. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">People believe they should neither sweep nor wash the floors and that all brooms should be hidden away. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Nothing should be disposed of until the fifth day of the lunar new year as it is symbolises throwing away wealth. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Nothing should be broken during the festive season. Breaking of articles is said results in break-up of wealth or family unity. However, if something is accidentally broken, such as a bowl or cup, Chinese people will say “sui-sui ping-an” &#8216;which means “year after year will be safe and peaceful” at the scene because the first two characters, “sui sui”, are pronounced the same as the word that means “to be broken, smashed into pieces” in Chinese.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Ceremonies are held to ”welcome the gods of the heavens and earth”. Lion and dragon dancing are seen everywhere to repel evil and bring good fortune. </span></em></p>
<p><em><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">People often choose to wear traditional Chinese clothing, such as the Chinese silk jacket, as a mark of respect for their ancestors.</span></em></p>
<p><em><br />
Copy from <a href="http://www.art-treasures-gallery.com/html/chinesenewyear.html" target="_blank"><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif, sans-serif;">Art Treasures Gallery</span></a></em></p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/resign/" title="Resign">Resign</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/" title="Operator Jahit Pria">Operator Jahit Pria</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-puasa-mari-kita-puasa/" title="Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;">Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/02/2011/" title="2011">2011</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/11/demi-waktu/" title="Demi Waktu">Demi Waktu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Operator Jahit Pria</title>
		<link>http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/</link>
		<comments>http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 23:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prapanca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[operator jahit]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/01/04/operator-jahit-pria/</guid>
		<description><![CDATA[Pada umumnya pabrik garment tidak menerima pria/laki-laki untuk bekerja sebagai operator jahit. Loh kenapa? Bukankah tukang-tukang jahit yang kita kenal (tailor-tailor pada umumnya) bahkan sampai perancang busana itu banyaknya laki-laki? Ah, ternyata bukan dari sisi skill atau keahlian. Sudah bukan rahasia umum lagi, banyak perusahaan/pabrik garment yang menilai mempekerjakan laki-laki itu jauh lebih &#8216;bermasalah&#8217; dibanding [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada umumnya pabrik garment tidak menerima pria/laki-laki untuk bekerja sebagai operator jahit. Loh kenapa?</p>
<p>Bukankah tukang-tukang jahit yang kita kenal (tailor-tailor pada umumnya) bahkan sampai perancang busana itu banyaknya laki-laki?</p>
<p><span id="more-46"></span>Ah, ternyata bukan dari sisi <em>skill</em> atau keahlian. Sudah bukan rahasia umum lagi, banyak perusahaan/pabrik garment yang menilai mempekerjakan laki-laki itu jauh lebih &#8216;bermasalah&#8217; dibanding bila mereka memperkerjakan wanita. Lah apa nih masalahnya?</p>
<p>Mempekerjakan laki-laki lebih beresiko terutama dalam pengendalian sikap bila ada permasalahan di lapangan. Emosi dan ego, mereka cenderung lebih berani melawan atau bereaksi bila ada sesuatu yang mengusik dibanding wanita yang lebih tenang dan cenderung lebih pasif (setidaknya untuk kultur disini).</p>
<p>Ah, dasar laki-laki&#8230;. Seorang sahabat pernah berkata kalau cowok itu mulai dari dalam perut saja sudah <em>rese</em>. Wakakakakaka, duh neng dirimu akan menjadi ibu yang baik dan sabar, sepertinya :hehehe:</p>
<p>But anyway, berbicara kesetaraan (halah), kita coba buka lowongan operator jahit untuk pria. Dari test yang diadakan, persentase peserta laki-laki relatif lebih banyak yang diterima dibandingkan wanita :D &#8230; Tinggal masalah populasi laki-laki yang bisa jadi operator jahit ini yang masih jauh berada dibawah jumlah wanita&#8230;. hwe hwe hwe :grin:</p>
<p>Ok deh, kita lihat kelanjutannya apakah sukses atau tidak membuka 1 line dari 5 line produksi berisikan cowok-cowok macho nan gemulai&#8230; halah halah :peace:</p>
<!-- PHP 5.x --><h2  class="related_post_title">Related Articles</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/04/resign/" title="Resign">Resign</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2008/02/imlek-meja-kerja/" title="Imlek &amp; Meja Kerja">Imlek &amp; Meja Kerja</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/08/puasa-puasa-mari-kita-puasa/" title="Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;">Puasa, Puasa, Mari Kita Puasa&#8230;</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2011/02/2011/" title="2011">2011</a></li><li><a href="http://www.prapanca.net/2010/11/demi-waktu/" title="Demi Waktu">Demi Waktu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.prapanca.net/2008/01/operator-jahit-pria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

